rinduku, tak bertuan.
hanya singgah di dalam hati sendiri.
rinduku, tak berujung.
hanya setapak jalan tanpa pemberhentian.
rindu itu pilu.
obatnya hanya satu,
bertemu.
malam ini hujan tak turun,
padahal aku ingin mengadu pada hujan,
bahwa a k u m e r i n d u k a n m u!
sungguh.
seandainya rinduku bertuan,
tak kan segan ku ungkapkan.
menahan rindu itu sakit.
percayalah.
aku begitu jatuh cinta pada huruf. dengan huruf aku bisa menggambarkan apa yang aku rasa. tapi asal kau tahu, tak semua susunan hurufku selalu bercerita tentang aku...............
Senin, 29 Desember 2014
Rabu, 24 Desember 2014
alarm semesta
Hujan,
aku suka aroma hujan.
ia menenangkan.
aku suka gelagat hujan.
ia mendamaikan.
hujan.
datang menjemput harapan.
pulang lenyapkan kegundahan.
kata temanku,
hujan itu menyembuhkan semua luka.
kata temanku juga,
hujan itu antara genangan dan kenangan.
memang.
hujan
seolah ia ingin mengajak bicara.
bicara tentang rindu.
rindu yang kita rawat bersama.
rindu kita tumbuh, semakin besar tersiram waktu.
hujan
menjelma menjadi kurir.
mengantarkan paket sempurna wajah polosmu dalam ingatanku.
memenuhi alam sadarku.
hujan.
alarm semesta.
membangunkanku dengan sebuah tanya,
bertahan atau melupakan (?)
aku suka aroma hujan.
ia menenangkan.
aku suka gelagat hujan.
ia mendamaikan.
hujan.
datang menjemput harapan.
pulang lenyapkan kegundahan.
kata temanku,
hujan itu menyembuhkan semua luka.
kata temanku juga,
hujan itu antara genangan dan kenangan.
memang.
hujan
seolah ia ingin mengajak bicara.
bicara tentang rindu.
rindu yang kita rawat bersama.
rindu kita tumbuh, semakin besar tersiram waktu.
hujan
menjelma menjadi kurir.
mengantarkan paket sempurna wajah polosmu dalam ingatanku.
memenuhi alam sadarku.
hujan.
alarm semesta.
membangunkanku dengan sebuah tanya,
bertahan atau melupakan (?)
Jumat, 14 November 2014
dialog-dialog singkat
karena keisengan itu bagian dari hidup.
jangan pernah anggap ini ceritaku.
karena memang benar ini bukan aku.
aku hanya membayangkan apa yang terbayang.
Hai, salam hangat dari kita berdua
nama : dimas
nama panjang : dimas a depan
nama : diya
nama panjang : diyaaaa wur
dimas : Hai
diyaa : Hai dim :)
dimas : lagi di Surabaya?
diyaa : enggak i, kenapa?
dimas : oh kirain
diyaa : jangan kira-kira dim wkwkwk :D
dimas : lagi dimana?
diyaa : kepo deh
dimas : seriusan
diyaa : yaelah dim, kayak baru kenal aku kemarin aja
dimas : lagi dimana yaa?
diyaa : yakin pengen tahu?
dimas : -_____-
diyaa : wkwkwk
dimas : dimana kok?
*10 menit kemudian*
diyaa : aku lagi di depan pintu hatimu, udah dari empat tahun yang lalu aku nungguin kamu disini. tapi kamu gak pernah bukain pintu buat aku.
dimas : kenapa gak ngetuk pintu?
diyaa : kenapa? harusnya aku yang bertanya kenapa kau tak mendengar gumpalan jemariku yang mengetuk-ngetuk pintu hatimu hingga detik ini. padahal aku tahu kau ada di dalam.
dimas : maaf
diyaa : hanya itu?
*3 hari kemudian*
dimas : aku bukannya tak mendengar, pintu hatiku aku pasang sebuah gembok. berulang kali aku membukanya selalu tak berhasil. rupanya gembokku berkarat hebat. aku mati dalam usahaku sendiri.
diyaa : lalu apa aku harus percaya?
dimas : aku tak pernah memaksamu untuk percaya. tapi aku percaya, hatimu percaya.
*tanpa balasan*
dimas : selama kau menunggu, selama itu pula hatiku masih kosong.
*tanpa balas*
dimas : rasa sesal di dalam hati selalu menghantui. aku memasangnya agar tak ada yang bisa masuk kedalam selain kamu. nyatanya semua tak sesuai rencana. aku malah tak bisa membukanya. aku tahu bukan hal mudah bertahan dalam ketidakjelasan. menerka-nerka penuh ketidakpastian. sendiri menyusuri sepi. tapi dari semua itu aku semakin yakin, kau wanita tangguh tanpa harus ada penangguhan. kesetianmu tak perlu diragukan. cintamu nyata dalam keabadian.
diyaa : dimaaaas (menangis)
dimas : menangislah, karena menangis bukan berarti kau cengeng, melainkan tak ada lagi kata yang mampu menuliskan perasaan. benar kan?
*bersambung*
*ngantuk*
jangan pernah anggap ini ceritaku.
karena memang benar ini bukan aku.
aku hanya membayangkan apa yang terbayang.
Hai, salam hangat dari kita berdua
nama : dimas
nama panjang : dimas a depan
nama : diya
nama panjang : diyaaaa wur
dimas : Hai
diyaa : Hai dim :)
dimas : lagi di Surabaya?
diyaa : enggak i, kenapa?
dimas : oh kirain
diyaa : jangan kira-kira dim wkwkwk :D
dimas : lagi dimana?
diyaa : kepo deh
dimas : seriusan
diyaa : yaelah dim, kayak baru kenal aku kemarin aja
dimas : lagi dimana yaa?
diyaa : yakin pengen tahu?
dimas : -_____-
diyaa : wkwkwk
dimas : dimana kok?
*10 menit kemudian*
diyaa : aku lagi di depan pintu hatimu, udah dari empat tahun yang lalu aku nungguin kamu disini. tapi kamu gak pernah bukain pintu buat aku.
dimas : kenapa gak ngetuk pintu?
diyaa : kenapa? harusnya aku yang bertanya kenapa kau tak mendengar gumpalan jemariku yang mengetuk-ngetuk pintu hatimu hingga detik ini. padahal aku tahu kau ada di dalam.
dimas : maaf
diyaa : hanya itu?
*3 hari kemudian*
dimas : aku bukannya tak mendengar, pintu hatiku aku pasang sebuah gembok. berulang kali aku membukanya selalu tak berhasil. rupanya gembokku berkarat hebat. aku mati dalam usahaku sendiri.
diyaa : lalu apa aku harus percaya?
dimas : aku tak pernah memaksamu untuk percaya. tapi aku percaya, hatimu percaya.
*tanpa balasan*
dimas : selama kau menunggu, selama itu pula hatiku masih kosong.
*tanpa balas*
dimas : rasa sesal di dalam hati selalu menghantui. aku memasangnya agar tak ada yang bisa masuk kedalam selain kamu. nyatanya semua tak sesuai rencana. aku malah tak bisa membukanya. aku tahu bukan hal mudah bertahan dalam ketidakjelasan. menerka-nerka penuh ketidakpastian. sendiri menyusuri sepi. tapi dari semua itu aku semakin yakin, kau wanita tangguh tanpa harus ada penangguhan. kesetianmu tak perlu diragukan. cintamu nyata dalam keabadian.
diyaa : dimaaaas (menangis)
dimas : menangislah, karena menangis bukan berarti kau cengeng, melainkan tak ada lagi kata yang mampu menuliskan perasaan. benar kan?
*bersambung*
*ngantuk*
Sabtu, 25 Oktober 2014
jendela kereta
menguap, lalu hilang.
jika ku tulis namamu pada jendela kereta beberapa bulan lalu.
jangan khawatir, namamu sudah ku tanam pada tanah hati,
kurawat dan ku pastikan dia tak kan mati.
warna
ciptakan warnamu sendiri,
jangan takut, jangan takut, dan jangan takut.
tak ada warna yang tak memikat mata.
percaya pada hatimu, dan rasakan semuanya.
Minggu, 20 Juli 2014
bukan sensasi
hhmmmmm, kurasa malam ini akan panjang.
ada kegundahan yang mengendap masuk ke pikiranku.
aaaaah lagi-lagi aku kebololan, gumamku dalam hati.
padahal sudah ku antisipasi,
aku amankan hati dengan kurangan rasa percaya, lalu aku beri gembok keikhlasan,
tapi masih saja si gundah berhasil menyelinap, aku harus apa lagi?
entaaaaaaaah!
aku iri hati,
atau aku cemburu, aku tak tahu apa bedanya.
aku ingin bertukar posisi dengan sahabatmu tersayang.
aku tak akan menyebutkan nama, kamu pasti tahu maksudku. iya kan?
jika kamu bertanya "kenapa???????????"
dengan jujur akan kuutarakan, karena aku sudah bosan berteman dengan kata "memendam"
aku ingin seperti dia, sahabatmu tersayang itu,
kamu tak pernah ragu menceritakan apapun pada sahabatmu itu, bahkan rahasia mengenai orang di masa lalumu pun kamu ceritakan, kamu bisa membuka diri jika dengan dia. jika denganku? wassalam.
kamu sering aku perhatikan jalan atau keluar bareng dia, berdua. walaupun aslinya bertiga. tapi ya gak sedikit yang jalan cuma berdua aja. aku tahu dari setiap foto yang diunggah sahabat tersayangmu itu. hihihi :)
kamu juga sering main ke rumahnya dia, kamu percaya sepenuhnya sama dia. kiriman aja kamu alamatin di rumahnya, aku kaget buat main waktu kamu cerita itu.
yaaa gak heran kalo banyak yang bilang kalian pacaran.
apalagi sahabatmu itu punya panggilan khusus buat kamu. hmmmmmmmmmm
apalagi sahabatmu itu punya panggilan khusus buat kamu. hmmmmmmmmmm
aku pengen.
aku pengen mendengar ceritamu hari ini, mendengar cerita tentang mimpi-mimpimu yang begitu luar biasa, mendengar setiap keluh kesahmu. aku pengen jadi pendengar yang baik buat kamu, asal kamu tahu.
aku pengen.
aku pengen kamu datang ke rumahku, kita berkarya bareng, tuker pikiran, berbagi pengalaman. tapi apa jawabanmu? aku selalu dan selalu bilang, "aku gak tahu rumahmu deb". hahaha basi! kamu bisa cari kalo emang kamu ada niatan. kamu emang gak ada kemauan sedikitpun untuk itu.
aku pengen.
aku pengen berfoto berdua bareng kamu. kita berfoto berdua cuma saat acara purnasiswa, akupun tak punya file fotonya. aku gak yakin kamu gak suka foto. fotomu sama sahabat tersayangmu itu lebih dari ratusan kok. aku cuma pengen nyimpen foto kita. jadi kalo aku kangen, ya foto itu penawarnya.
seandainya kamu tahu, aku pengen posisiku seperti dia, sahabat tersayangmmu.
mungkin bagimu ini terlalu berlebihan, tapi memang aku tak pernah bisa membohongi diri. apa aku salah?
kamu selalu bilang dia sahabatmu, hanya sebatas sahabat.
aku percaya kamu, tapi ada kekatukan yang kadang mengusik.
persahabatan kalian bukan hal baru bagi kalian.
kedekatan kalian bukan hal yang perlu dikagetkan banyak orang.
bagimu itu biasa, tapi bagi sahabat tersayangmu itu?
gak menutup kemungkinan, sahabat tersayangmu itu menyimpan rasa lebih sebagai sahabat.
yang harus kamu garis bawahi, aku bukan menuduh, sama sekali bukan.
aku berbicara dari sisi perempuan.
aku tahu sifat seorang perempuan seperti apa, karena aku ini ya perempuan.
"tresno jalaran soko kulino" kadang ada benernya bagi seorang perempuan.
jika kamu mau, coba saat sedang berdua, kau tanyakan ini pada sahabat tersayangmu itu.
tulisanku ini bukan sebuah sensasi ingin mendapat perhatianmu.
kamu tahu aku kan? aku suka menulis.
apapun aku tulis.
yaa dengan ini aku mengeluarkan apa yang ganjil dalam hati.
aku bukan pura-pura.
aku hanya ingin bercerita.
itu saja.
dalam perasaan menyesal membuka beranda, Juli 2014
Kamis, 17 Juli 2014
Untuk Sahabatku, tersayang.
Untuk Sahabatku, tersayang.
Dimanapun.
Demi jemari mungil yang lincah menari pada sebuah keybord, ingin ku ucap,
senang mengenal kalian.
Rasanya dua puluh enam alphabet yang berjejer rapi ini tak pernah cukup untuk menjelaskan arti sebuah kata "Terima Kasih"
Ya, Terima Kasih, Sahabatku.
Nama kalian tak bisa aku sebut satu per satu disini, terlalu banyak.
Jika boleh sedikit aku bercerita.
Perjalananku panjang, panjaaaaaaaang sekali, bahkan tak jarang aku menggerutu dalam hati. sendiri.
Tapi, disetiap persimpangan jalan atau jalan buntu sekalipun,
Sosok sahabat datang,
Hadir silih berganti, layaknya malam yang mengganti pagi.
Seperti itu hingga aku sampai pada tujuanku.
Dukungan dan Do'a kalian adalah bagian dari perjuanganku,
Akan selalu aku ingat.
Hari ini, aku masih saja menangis.
Bahkan air mata ini turut andil dalam tulisan ini,
Aku menangis bahagia.
Bahagiannya karena ada kalian, sahabat.
Seperti yang selalu aku ucap,
"Semoga Allah yang membalas kebaikan kalian"
Karena hanya Allah yang Maha kaya.
Terima Kasih, Sahabat.
Sampai berjumpa digaris kesuksesan kita masing-masing.
Aku sayang kalian.
Selasa, 15 Juli 2014
doaku pada layang-layang
Pada sebuah layang-layang.
Aku selipkan doa.
Aku ingin doaku terbang meninggi.
Agar semesta turut mengamini.
Kepada :
Yang Maha Merencanakan
Aku percaya, rencana Mu yang terbaik.
Aku percaya, ketika semua ada pada satu garis lurus, aku akan bahagia.
Tuhan, hanya kepada Mu aku menggantungkan harapan.
Tak ada doa yang mewujud nyata tanpa persetujuan Mu.
Engkau yang Maha Melihat,
Melihat setiap usaha yang aku kerjakan, perjuangan, penantian, dan juga pengorbanan.
Engkau yang Maha Mendengar,
Mendengar doa dalam setiap sujud, dalam setiap tangan yang meminta.
Semua telah aku lakukan.
Sekang Engkau yang akan memberi upah dari setiap yang aku kerjakan.
Jika boleh aku meminta, aku mohon Tuhan, perhitungkan lelahku juga. Amin
Terima kasih atas kesempatan ini :)
dalam perasaan penuh khawatir.
Juli 2014
15 Juli 2014
Hari ini, hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun, usiamu
Bahagialah slalu
Yang ku beri, bukan jam dan cicin
Bukan seikat bunga, atau puisi
Juga kalung hati
Maaf, bukannya pelit,
atau nggak mau bermodal dikit
Yang ingin aku, beri padamu
Do'a stulus hati
Semoga Tuhan, melindungi kamu
Serta tercapai semua angan dan cita-citamu
Mudah-mudahan diberi umur panjang
Sehat selama lamanya
Bertambah satu tahun, usiamu
Bahagialah slalu
Yang ku beri, bukan jam dan cicin
Bukan seikat bunga, atau puisi
Juga kalung hati
Maaf, bukannya pelit,
atau nggak mau bermodal dikit
Yang ingin aku, beri padamu
Do'a stulus hati
Semoga Tuhan, melindungi kamu
Serta tercapai semua angan dan cita-citamu
Mudah-mudahan diberi umur panjang
Sehat selama lamanya
Sabtu, 05 Juli 2014
tiga belas
Hai,tiga belas.
Apa Kabar? aku harap kamu baik-baik saja ya. Amin
Demi pena yang aku torehkan pada kertas kosong, ingin ku ucap.
Aku rindu kamu. Sangat rindu.
Kamu adalah teman terasik yang pernah mengisi hidupku.
Kita didekatkan karena orang ketiga. Lucu ya?
Aku masih ingat betul, ketika kamu fasih bercerita tentang dia. hihihi
Kamu selalu saja ingin tahu kabar terbaru dari dia.
Dia yang mencuri hatimu semenjak kita masih dalam fase 4L4Y hingga alumni hehehe
Kau memang paling bisa menjaga rasa, dan itu penyakit yang kamu tularkan padaku, aku merawatnya dengan baik.
Yang aku ingat lagi. Kecintaannmu pada sepak bola.
Kamu menggandrungi Spanyol.
Club Favoritmu Arsenal.
Jagoanmu Cegs Fabregas.
Tapi kamu juga pendukung setia timnas Garuda.
Kamu yang mengajariku tentang Nasionalisme dari sudut yang berbeda.
Kamu juga suka bikin aku gemas saat tim-tim andalan kita bermain di lapangan hijau.
Kamu teman debat bola nomer satu dan tiada duanya, apalagi tiga.
Karena kecintaanmu terhadap bola, sekarang kamu menjadi kiper kebanggaan di sebuah club futsal andalan sekolahmu. Iya kan?
Ah, semua tentangmu masih terlipat rapi dalam lemari otakku.
Sekarang...........
Tak ada komunikasi lagi diantara kita.
Aku menerobos masa lalu, mengingat-ingat apa yang membuat kita jauh.
Jauh sekali.
Bahkan diajang Piala Dunia 2014 yang riuh, aku merasa sepi.
Tak ada yang aku bercengkrama ria.
Seandainya ada kamu, aku akan bilang "hahaha kasian yaa juara bertahan harus angkat koper"
dan kamu yang biang kreatif pasti punya seribu satu stetment untuk menyangkal itu. hahahaha
Kapan ya terulang lagi?
oh ya hampir saja lupa.
Aku penah nulis bio di twitter isinya angka 13.
Kamu tanyakan aku apa maksudnya. Lewat sebuah pesan singkat.
Kamu yang selalu peka ini mengira itu buat kamu, karena 13 nomer absen favoritmu, kamu takut jika aku punya rasa lebih. Karena sejatinya kita hanya berteman.
Aku hanya tersenyum saja membacanya.
Lalu aku membalas "13 itu awalan seseorang yang aku damba, bukan kamu. tenang saja aku tak pernah suka padamu"
dan kamu hanya menjawab "syukurlah kalo begitu, cerita dong siapa"
tapi aku tak membalasnya. aku tak ingin menulis sebuah kebohongan lagi.
Musim bola tak pernah gagal mengantarku pada bayangmu, karena itu tulisan ini tercipta.
Apa Kabar? aku harap kamu baik-baik saja ya. Amin
Demi pena yang aku torehkan pada kertas kosong, ingin ku ucap.
Aku rindu kamu. Sangat rindu.
Kamu adalah teman terasik yang pernah mengisi hidupku.
Kita didekatkan karena orang ketiga. Lucu ya?
Aku masih ingat betul, ketika kamu fasih bercerita tentang dia. hihihi
Kamu selalu saja ingin tahu kabar terbaru dari dia.
Dia yang mencuri hatimu semenjak kita masih dalam fase 4L4Y hingga alumni hehehe
Kau memang paling bisa menjaga rasa, dan itu penyakit yang kamu tularkan padaku, aku merawatnya dengan baik.
Yang aku ingat lagi. Kecintaannmu pada sepak bola.
Kamu menggandrungi Spanyol.
Club Favoritmu Arsenal.
Jagoanmu Cegs Fabregas.
Tapi kamu juga pendukung setia timnas Garuda.
Kamu yang mengajariku tentang Nasionalisme dari sudut yang berbeda.
Kamu juga suka bikin aku gemas saat tim-tim andalan kita bermain di lapangan hijau.
Kamu teman debat bola nomer satu dan tiada duanya, apalagi tiga.
Karena kecintaanmu terhadap bola, sekarang kamu menjadi kiper kebanggaan di sebuah club futsal andalan sekolahmu. Iya kan?
Ah, semua tentangmu masih terlipat rapi dalam lemari otakku.
Sekarang...........
Tak ada komunikasi lagi diantara kita.
Aku menerobos masa lalu, mengingat-ingat apa yang membuat kita jauh.
Jauh sekali.
Bahkan diajang Piala Dunia 2014 yang riuh, aku merasa sepi.
Tak ada yang aku bercengkrama ria.
Seandainya ada kamu, aku akan bilang "hahaha kasian yaa juara bertahan harus angkat koper"
dan kamu yang biang kreatif pasti punya seribu satu stetment untuk menyangkal itu. hahahaha
Kapan ya terulang lagi?
oh ya hampir saja lupa.
Aku penah nulis bio di twitter isinya angka 13.
Kamu tanyakan aku apa maksudnya. Lewat sebuah pesan singkat.
Kamu yang selalu peka ini mengira itu buat kamu, karena 13 nomer absen favoritmu, kamu takut jika aku punya rasa lebih. Karena sejatinya kita hanya berteman.
Aku hanya tersenyum saja membacanya.
Lalu aku membalas "13 itu awalan seseorang yang aku damba, bukan kamu. tenang saja aku tak pernah suka padamu"
dan kamu hanya menjawab "syukurlah kalo begitu, cerita dong siapa"
tapi aku tak membalasnya. aku tak ingin menulis sebuah kebohongan lagi.
Musim bola tak pernah gagal mengantarku pada bayangmu, karena itu tulisan ini tercipta.
Selasa, 01 Juli 2014
Prolog Juli
Juli............
terlalu pagi untuk kutangisi
Juli............
seolah semesta berkolaborasi dengan hati
hati terkikis sunyi
langit tergerus sepi
Juli............
aku ingin ada yang peduli
tentang "aku"
aku ingin ada yang memahami
tentang "aku"
aku yang selalu merasa sendiri
Juli.............
carikan aku teman
aku ingin berbagi
terlalu kenyang jika ku nikmati bahagiaku sendiri
dan melemas jika pilu ku rasa seorang diri
Loteng Kesunyian, 1 Juli 2014
Senin, 23 Juni 2014
Terima Kasih :)
Akhirnya, semesta mendukungku menuliskan ini.
Terima kasih atas waktumu.
Disela-sela tugasmu yang tak kunjung meredam.
Kau sempatkan untuk ini.
Jangan kau tanya bagaimana perasaanku saat itu.
Kau ingat saja aku sudah bahagia.
Kau tuliskan "semoga impianmu tetap jadi milikmu"
Kau adalah bagian dari impianku, asal kamu tahu.
Impian yang mungkin, kau sendiri tak sanggup untuk mengamininya. iya kan?
Tapi tak masalah, karena aku menghargaimu dan prinsip hidupmu.
Semoga Tuhan membalas semua kebaikanmu. Amin
dan doakan aku untuk selalu kuat, jika pada akhirnya kau bergegas pergi dan belum sempat menjadi milikku.
Dari aku, yang selalu mengharap doaku mewujud kamu, suatu waktu.
Sekali lagi, Terima Kasih dan semangat berkarya :)
Selamat Datang
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
dan Semoga, kamu. amin
Kamu yang ku harap akan mengucap "Selamat datang, masa depan"
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
Semoga, kamu.
dan Semoga, kamu. amin
Kamu yang ku harap akan mengucap "Selamat datang, masa depan"
Secangkir Teh Madu
Selamat malam, cinta.
Malam ini aku lelah sekali.
Aku lelah menunggu.
Menunggumu mengucap, "aku sayang kamu"
Tapi aku tau, itu semua mimpi.
Dalam setiap lelahku.
Aku selalu menyempatkan diri membuat secangkir teh madu.
Perlu kau tahu, cinta.
Aku suka kopi, tapi ada yang melarangku menikmati minuman berkelas itu.
Aku juga suka susu, tapi hanya susu coklat yang sehati dengan lidahku.
dan karena itu, aku memilih teh madu sebagai teman setiaku saat aku kelelahan.
Aku mulai mengenal teh madu dari Bapak aku.
Teh Madu menyehatkan, tanpa lemak dan kafein.
Hampir aku lupa, warna Teh Madu kuning keemasan.
Membawa aroma kecerian saat aku menyeduhnya.
Secangkir Teh Madu sangat berarti dalam hidupku.
Menghangatkan, saat dunia sedang tak hangat-hangatnya.
Meneduhkan, saat pikiran mulai dihujani tanda tanya, apalagi itu tanya darimu.
Silahkan kau rasakan sendiri, betapa nikmatnya Secangkir Teh Madu.
dan satu lagi, Secangkir Teh Madu adalah bukti aku lelah menantimu.
kalo kita gak jodoh, kenapa kita......
Hai, selamat malam kamu.
Kamu yang beku.
Aku lelah mengahadapimu.
Aku lelah bertemu dengan kebetulan.
Aku lelah menebak.
Seperti judul yang aku tuliskan,
Kalo kita gak jodoh, kenapa kita........
Aku menyerah pada setiap kebetulan yang aku jumpai dalam hidupku tentang kamu.
Kebetulan yang pertama.
Seperti pepatah kuno "kalo jodoh pasti ketemu"
Itu adalah pepatah yang bagiku teramat basi, tapi jujur semenjak malam itu, aku selalu memikirkanmu. hahaha
Bertahun-tahun kita tak menatap muka, tak ada komunikasi baik nyata maupun maya.
Tapi lebaran tahun lalu, kita tak sengaja bertemu untuk pertama kali setelah sekian lama.
Tapi sayang, tak ada sambutan hangat untuk kita berdua, karena aku tahu. gengsi masih tak ingin meranjak dari diri kita.
Aku menganggap ini awal dari kebetulan berikutnya.
Kamis, 29 Mei 2014
Trust me, I'll be there
"Aku menulis dengan penuh harap. Harapan agar setiap asa yang terwakilkan oleh kata menjadi nyata. Ya, nyata. Apa yang lebih sempurna dari angan yang bermetamorfosa menjadi kenyataan? Kurasa tak ada."
Lewat tulisan ini aku ingin berbicara, seperti seorang anak tk yang penuh kecerian dan keberaniam bercerita tentang cita-cita saat ia dewasa. Walaupun usiaku tak lagi dikategorikan sebagai anak-anak. Aku seorang gadis yang akan segera mengakhiri masa diusia belasan yang gemar mengoleksi harapan. Karena gemeranku ini, aku membuat sebuah "bucket list". Aku mencatat segala harapan, mulai dari yang sederhana hingga yang tak biasa. Salah satu isi bucket listku adalah mengunjungi Eropa. Benua biru yang menuliskan catatan sejarah paling dikenang oleh dunia. Sungguh luar biasa. Dan kau tahu negara mana yang ingin aku sapa pertama kali saat kakiku menjajaki Eropa? akan ku jawab dengan lantang, INGGRIS.
Jika kau tanya mengapa? aku tak akan keberatan memaparkan semuanya. dan aku tak akan memaksamu untuk percaya.
London Bridge
Jika kau tanya mengapa? aku tak akan keberatan memaparkan semuanya. dan aku tak akan memaksamu untuk percaya.
London Bridge
Sejak aku melihat London Bridge melalui dunia maya, aku langsung jatuh cinta. Jembatan ini benar-benar mempesona. Belum lagi, gemerlap lampu yang menambah keanggunan dan menghadirkan romantisme di malam hari yang teduh. Aku berargumen sendiri, bahwa bentuk bangunan London Bridge memberi arti 'cinta' lebih dalam dari bangunan cinta manapun. Jika kau perhatikan dua tiang jembatan yang kokoh dan saling terkait membentuk bangunan megah yang dapat dinikmati dalam waktu yang lama. Seperti itulah gambaran manusia yang sedang jatuh cinta, menyatu satu sama lain dan tak akan terlepas.
Perlu kau tahu, sebegitu aku jatuh cintanya pada London Bridge, di kotaku sendiri ada bangunan yang agak menyerupai ini, dan aku menamainya "London Bridge made Surabaya" hahaha :D bangunan itu adalah Pintu Air Jagir. Bangunan ini adalah penghibur hatiku karena hingga kini aku belum bisa menginjak London Bridge. Setiap aku melewati bangunan ini, aku membayangkan diriku berada di London Bridge yang sesungguhnya.
Aku berharap, bahkan sangat berharap bisa merasakan kemegahan London Bridge secara nyata, bukan sekedar lewat dunia maya lagi.
London Eye
Sederhana saja, sebagai penikmat senja, aku ingin memanjakan mataku dengan pemandangan senja yang berbeda. Mengagumi penjuru sudut kota London dari London Eye, sungguh aku kan bahagia saat itu juga. Indahnya bukan main.
Entah kau percaya atau tidak, London Bridge dan London Eye, hanya ada dua alasan mengapa aku berharap dapat menyapa Inggris. Aku yakin aku akan ada disana. Aku akan memperjuangkan setiap harapan yang aku lahirkan, kerena aku bertanggung jawab untuk itu. Dalam hati aku tak pernah berhenti berdoa, agar ini tak sekedar angan.
Semoga Tuhan, menyelasakan setiap kehendakNya dengan segala harapku. Semoga kamu yang tak sengaja membaca, tak berberat hati untuk mengamininya. Amin
Trust me, I'll be there :)
Dan ku perkenalkan padamu teman setiaku untuk menulis...................
Salam hangat dari yang tak henti berharap :)
Jumat, 04 April 2014
Sederhana Saja
Pagi adalah caraku memberi nama ketika malam menghilang, tetapi bayanganmu tak turut hilang.
Pagi adalah caraku memberi nama ketika matahari datang, tetapi kau tak bergegas datang.
Pagi adalah caraku memberi nama ketika ayam jago berkokok penuh semangat membangunkanku, tetapi nyatanya aku tak ingin beranjak, aku masih ingin menikmati mimpiku bersamamu.
Pagi adalah caraku memberi nama untuk setiap tetes embun yang membasahi bumi, berharap dia tak menolak jika ku jadikan penghapus untuk angan semu tentangmu.
Pagi adalah caraku memberi nama ketika hari silih berganti, tapi kau tak kunjung menyadari.
Pagi adalah caraku memberi nana ketika aku masih dalam penantian yang sama, yaitu kamu.
Pagi adalah caraku bersyukur atas waktumu semalam, yang mungkin bagimu itu biasa.
Pagi adalah caraku bersyukur aku masih sanggup menghadirkan senyuman untuk memalsukan kekecewaan.
Pagi adalah caraku bersyukur lagi dan lagi pada Tuhan, yang menghadirkan sosokmu yang begitu istimewa.
Pagi adalah dimana kepalaku dirubung tanda tanya,
Menerka-nerka bagaimana caramu melewati hari,
Apa aku alasan untuk kamu mengukirkan senyum sepanjang hari?
Apa kau mengingatku pagi ini?
Apa dia yang membuatmu bahagia hari ini?
Aku selalu memikirkan itu, setiap pagi.
Pagi adalah dimana aku selalu mengharap pesan singkatmu yang betuliskan kalimat "Selamat pagi, kita :) " sederhana saja.
Pagiku salalu sama, ada kamu di dalamnya.
Senin, 31 Maret 2014
Apa kau lupa adab menerima tamu ?
Kata orang hidup itu perjalanan, bukan pelarian. Sengaja aku memilih berjalan, agar aku mempunyai banyak waktu untuk memantaskan diri. Aku berjalan dengan penuh kehati-hatian. Aku tidak ingin jatuh dan terluka. Bekasnya susah untuk hilang. Itu saja.
Tujuan perjalananku kali ini adalah ke rumahmu.
Kenapa rumahmu? Karena rumahmu adalah yang kedua yang memberiku kenyamanan setelah rumahku sendiri, tentunya. Dari awal aku sudah menyadari, jalan menuju rumahmu itu tak mudah. Aku harus melewati empat tembok penghalang yang sengaja kau pasang. Ada rasa ingin mundur, tapi heart to headku berkata maju!
Tembok pertama kamu beri penjaga seekor kucing gendut dengan ekor panjang dan bulu menawan, kucingmu ini memiliki sembilan nyawa.
Tembok kedua kamu beri penjaga seorang bidadari yang begitu sempurna. parasnya cantik luar biasa. penuh keanggunan dan dia sangat pandai.
Tembok ketiga tidak ada penjaga, tapi hampir semua tembok di penuhi mawar berduri dengan warna-warna yang mengindahkan mata. Dan harumnya senantiasa melekat.
Tembok keempat dijaga angsa putih yang mempesona, penuh kelembutan, siapa saja yang melihatnya akan terlena.
Dalam putaran waktu, aku tetap berjalan. Aku tak melawan mereka karena aku takut.
Aku tak melawan si kucing, aku takut dengan cakarnya yang selalu juara membuat kulitku berdarah. Aku hanya pasrah, menunggu bersama waktu agar kucing itu mati sendiri.
Aku tak melawan si Bidadari, aku takut menjadi musuhnya. Aku hanya pasrah, menunggu bersama waktu agar sang bidadari kembali ke kahyangan dengan sendiri.
Aku tak merusak mawar-mawar cantikmu, aku takut durinya akan mencederaiku sama seperti cakaran kucing. Lagi-lagi aku hanya pasrah, menunggu bersama waktu agar aku menyaksikan sendiri mawar-mawarmu layu.
Aku tak melawan angsa putihmu, aku takut menatapnya karena aku tak ingin terlena. Dan untuk kesekian kalinya aku hanya pasrah, menunggu bersama waktu membiarkan angsa putih punah sendiri.
Diam, pasrah dan menunggu adalah senjata andalanku. bukan kah aku ini pecundang sejati? aku hanya tak ingin ada yang terluka dan merusak apa yang telah kau bangun, itu saja. Entahlah, pada detik keberapa aku bisa menembus empat penghalang menuju rumahmu. Aku jadi tahu lebih dalam tentangmu. mengasikkan bukan?
Dan pada hari ini (aku lupa ini sudah hari ke berapa, mungkin sudah ribuan) aku telah sampai di depan rumahmu. Oh betapa bahagianya aku hari ini. Seperti mimpi saja. Berulang kali ku cubit pipiku, dan rasanya sakit. berarti ini bukan mimpi. Oh Tuhaaaaaan ini kah jawaban atas penantian panjangku? aku berhasil menuju rumahmu. aku berhasil. Ku perhatikan sekitar, ternyata pintu rumahmu terkunci. Aku mengetuk pintumu dengan sangat sopan, aku tak ingin mengagetkanmu. Tak ada jawaban. Aku mengintip pada lubang pintu, tak ku temukan sosokmu. Aku bergeser ke jendela, tapi sama saja nihil. Aku tak menyerah. Aku berfikir positif, kamu ada mungkin sedang tidur atau apalah yang membuatmu tak mendengar bahwa diluar ada tamu. Aku mengendap menyusuri sisi samping rumahmu. Dan Aku mendapatimu. Aku kembali ke depan pintu rumahmu, kali ini ketukan dan suaraku agak ku keraskan agar kamu bisa mendengar. Lagi-lagi tak ada jawaban dari dalam. Hanya daun kering yang jatuh dari pohon yang aku dengar. Ku coba sekali lagi, masih saja sama.
Dalam hati aku bertanya, hingga kapan kau membiarkan aku menunggu di depan pintu? aku tahu kau ada di dalam. Aku sudah lelah menunggu selama ini, tak bolehkah aku masuk untuk sekedar minum seteguk air? atau mungkin kau bisa mengintip dari balik jendela lalu kau simpulkan senyum padaku agar lelahku runtuh seketika itu juga. Apa kau lupa adab menerima tamu?
Tujuan perjalananku kali ini adalah ke rumahmu.
Kenapa rumahmu? Karena rumahmu adalah yang kedua yang memberiku kenyamanan setelah rumahku sendiri, tentunya. Dari awal aku sudah menyadari, jalan menuju rumahmu itu tak mudah. Aku harus melewati empat tembok penghalang yang sengaja kau pasang. Ada rasa ingin mundur, tapi heart to headku berkata maju!
Tembok pertama kamu beri penjaga seekor kucing gendut dengan ekor panjang dan bulu menawan, kucingmu ini memiliki sembilan nyawa.
Tembok kedua kamu beri penjaga seorang bidadari yang begitu sempurna. parasnya cantik luar biasa. penuh keanggunan dan dia sangat pandai.
Tembok ketiga tidak ada penjaga, tapi hampir semua tembok di penuhi mawar berduri dengan warna-warna yang mengindahkan mata. Dan harumnya senantiasa melekat.
Tembok keempat dijaga angsa putih yang mempesona, penuh kelembutan, siapa saja yang melihatnya akan terlena.
Dalam putaran waktu, aku tetap berjalan. Aku tak melawan mereka karena aku takut.
Aku tak melawan si kucing, aku takut dengan cakarnya yang selalu juara membuat kulitku berdarah. Aku hanya pasrah, menunggu bersama waktu agar kucing itu mati sendiri.
Aku tak melawan si Bidadari, aku takut menjadi musuhnya. Aku hanya pasrah, menunggu bersama waktu agar sang bidadari kembali ke kahyangan dengan sendiri.
Aku tak merusak mawar-mawar cantikmu, aku takut durinya akan mencederaiku sama seperti cakaran kucing. Lagi-lagi aku hanya pasrah, menunggu bersama waktu agar aku menyaksikan sendiri mawar-mawarmu layu.
Aku tak melawan angsa putihmu, aku takut menatapnya karena aku tak ingin terlena. Dan untuk kesekian kalinya aku hanya pasrah, menunggu bersama waktu membiarkan angsa putih punah sendiri.
Diam, pasrah dan menunggu adalah senjata andalanku. bukan kah aku ini pecundang sejati? aku hanya tak ingin ada yang terluka dan merusak apa yang telah kau bangun, itu saja. Entahlah, pada detik keberapa aku bisa menembus empat penghalang menuju rumahmu. Aku jadi tahu lebih dalam tentangmu. mengasikkan bukan?
Dan pada hari ini (aku lupa ini sudah hari ke berapa, mungkin sudah ribuan) aku telah sampai di depan rumahmu. Oh betapa bahagianya aku hari ini. Seperti mimpi saja. Berulang kali ku cubit pipiku, dan rasanya sakit. berarti ini bukan mimpi. Oh Tuhaaaaaan ini kah jawaban atas penantian panjangku? aku berhasil menuju rumahmu. aku berhasil. Ku perhatikan sekitar, ternyata pintu rumahmu terkunci. Aku mengetuk pintumu dengan sangat sopan, aku tak ingin mengagetkanmu. Tak ada jawaban. Aku mengintip pada lubang pintu, tak ku temukan sosokmu. Aku bergeser ke jendela, tapi sama saja nihil. Aku tak menyerah. Aku berfikir positif, kamu ada mungkin sedang tidur atau apalah yang membuatmu tak mendengar bahwa diluar ada tamu. Aku mengendap menyusuri sisi samping rumahmu. Dan Aku mendapatimu. Aku kembali ke depan pintu rumahmu, kali ini ketukan dan suaraku agak ku keraskan agar kamu bisa mendengar. Lagi-lagi tak ada jawaban dari dalam. Hanya daun kering yang jatuh dari pohon yang aku dengar. Ku coba sekali lagi, masih saja sama.
Dalam hati aku bertanya, hingga kapan kau membiarkan aku menunggu di depan pintu? aku tahu kau ada di dalam. Aku sudah lelah menunggu selama ini, tak bolehkah aku masuk untuk sekedar minum seteguk air? atau mungkin kau bisa mengintip dari balik jendela lalu kau simpulkan senyum padaku agar lelahku runtuh seketika itu juga. Apa kau lupa adab menerima tamu?
Minggu, 30 Maret 2014
Beuty of Birthday
Kurasa hari kelahiran selalu dinantikan setiap orang. Kurasa.
Dan kurasa setiap yang menantikannya selalu bahagia saat hari itu tiba. Kurasa.
27 Maret, 19 tahun lalu aku menyapa dunia, dan kuawali dengan sebuah tangisan yang menggemaskan.
Hari kelahiran selalu menarik perhatian, dan memiliki makna-makna yang kadang tak kasat mata.
Layaknya puzzle, semakin bertambah umur, aku mulai bisa menyusun potongan makna yang terselip dalam hari kelahiran.
Kalau dulu aku masih memakai seragam putih merah, aku selalu mendamba bungkusan kado dengan pita-pita lucu dan kue tart lengkap dengan lilin.
Dan kini setiap hari kelahiran datang, Bukan tumpukan kado lagi yang ku harapkan, tapi runtuhan doa yang menggenang sepanjang hari. yaaa, runtuhan doa.
Begitu banyak doa yang terucap, begitu banyak kata-kata baik yang terlontar dari saudara, teman, kerabat bahkan teman maya kita tak ingin ketinggalan. Kapan lagi bisa kita jumpai itu semua selain di hari kelahiran? Rasanya tak ku temukan jawaban yang lebih baik.
Aku berterima kasih kepada semuanya.
Sudah meluangkan waktu untuk mengingatku di 27 Maret lalu.
di 19 tahun, Aku masih dengan dengan deby sama dan aku akan menggali sisi-sisi lain dari diriku seiring berjalannya waktu.
Semoga aku bisa mengurangi kadar keegoisanku.
Semoga aku bisa mengurangi sikap suka merendahkan atau meninggikkan suatu hal atau orang lain.
Semoga aku selalu kuat&tangguh untuk memperjuangkan mimpi-mimpiku.
Terakhir, semoga kamu, termasuk doa yang dikabulkan Tuhan.
Aku harap semua doa teramini.
Hari kelahiran selalu dinanti, karena dia begitu indah sayang jika terlewati tanpa arti.
Selama ulang tahun Deby :))
Dan kurasa setiap yang menantikannya selalu bahagia saat hari itu tiba. Kurasa.
27 Maret, 19 tahun lalu aku menyapa dunia, dan kuawali dengan sebuah tangisan yang menggemaskan.
Hari kelahiran selalu menarik perhatian, dan memiliki makna-makna yang kadang tak kasat mata.
Layaknya puzzle, semakin bertambah umur, aku mulai bisa menyusun potongan makna yang terselip dalam hari kelahiran.
Kalau dulu aku masih memakai seragam putih merah, aku selalu mendamba bungkusan kado dengan pita-pita lucu dan kue tart lengkap dengan lilin.
Dan kini setiap hari kelahiran datang, Bukan tumpukan kado lagi yang ku harapkan, tapi runtuhan doa yang menggenang sepanjang hari. yaaa, runtuhan doa.
Begitu banyak doa yang terucap, begitu banyak kata-kata baik yang terlontar dari saudara, teman, kerabat bahkan teman maya kita tak ingin ketinggalan. Kapan lagi bisa kita jumpai itu semua selain di hari kelahiran? Rasanya tak ku temukan jawaban yang lebih baik.
Aku berterima kasih kepada semuanya.
Sudah meluangkan waktu untuk mengingatku di 27 Maret lalu.
di 19 tahun, Aku masih dengan dengan deby sama dan aku akan menggali sisi-sisi lain dari diriku seiring berjalannya waktu.
Semoga aku bisa mengurangi kadar keegoisanku.
Semoga aku bisa mengurangi sikap suka merendahkan atau meninggikkan suatu hal atau orang lain.
Semoga aku selalu kuat&tangguh untuk memperjuangkan mimpi-mimpiku.
Terakhir, semoga kamu, termasuk doa yang dikabulkan Tuhan.
Aku harap semua doa teramini.
Hari kelahiran selalu dinanti, karena dia begitu indah sayang jika terlewati tanpa arti.
Selama ulang tahun Deby :))
Minggu, 09 Februari 2014
Keluarga Parto Sidi
Haaaaaai reader, di tulisanku kali ini aku bakal cerita tentang keluarga besarku dari pihak Bapak. yaa keluarga besar Parto Sidi. Oiyaaa, aku nulis beginian bukan karena apa-apa, aku cuma mau ngeluapin rasa bahagia aku bisa menjadi salah satu cucu Parto Sidi :))
Bapaknya Bapak alias Mbahku bernama Parto Sidi, tapi biasa memanggilnya mbah sidi. Istrinya bernama Mbah saki (kalo gak salah, aku lupa belum tanyak sumber terpercaya). dari pernikahan mereka berdua menghasilkan kurang lebih sepuluh anak, terdiri dari 3 perempuan dan 7 laki-laki. Semua anak-anak beliau, mereka berinama dengan inisal B semua dan bernama belakang Suparto. Sungguh kreatif sekali Mbahku itu :)) dan nama bapak aku sendiri Birowo Suparto, bapak adalah anak ke sembilan. So, aku punya banyak banget pakde dan bude. Nah dari sini nih aku percaya sama pepatah Jawa yang bilang "banyak anak banayk rejeki". itu bener banget mameeeeeen! dampaknya berimpas ke cucu-cucunya. Aku jadi punya saudara banyaaak, yang alhamdulillah sekarang ada dibeberapa kota besar di pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Purwokerto, Magetan, Surabaya, dan Malang. Selain itu read, cucu-cucu Mbah Sidi banyak yang seumuraaaan, yang seumuran sama aku aja ada kurang lebih delapan orang dan itu juga jaum hawa. gilaaaaa kurang bahagia apa coba. Mangkanya setiap ada acara keluarga, aku pasrti seneng. Kumpul bareng saudara jauh, berbagi cerita, berbagi duit jugaa hahaha :D
Oiya, Mbah Sidi asli orang Magetan Read. Setiap lebaran aku mesti pulang kesana. Cerita lucunya, setiap mau tidur, kita mesti rebutan bantal. karena saking banyaknya sodara yang tidak sepadan dengan jumlah bantal. hahahaa. terus pas lebaran ada tradisi bagi-bagi duit, karena sodara banyaaaak, pendapatanku juga banyak. wkwkwwk senang sekali :D Tapi, semenjak mbah Kakung dan mbah Putri kembali kepada sang Pencipta. Rumah Brancang gak seramai dulu. Mangkanya sekarang setiap ada acara keluarga mesti paling semangat. hahaaha
Terima Kasih ya Embah, aku seneng sekali bisa jadi bagian dari keluarga Parto Sidi :))
Dan Aku bersyukur, berterima kasih sama Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara kedua, memberi rezeki kepada siapa saja dan dengan cara yang tidak disangka-sangka. Memiliki keluarga besar seperti sekarang ini adalah anugerah yang tak ternilai, sebisa mungkin aku akan menjaga keutuhan keluarga ini.
Jumat, 07 Februari 2014
berikan aku sepintal doa
aku mengagumi sosokmu sejak SMA, untuk urusan hati aku termasuk dalam kategori cemen. aku selalu diam diam mencintai padahal sekarang ini udah gak jaman lagi. aku sadar diri, aku penuh keburukan tak semenawan wanita-wanita pilihanmu dulu. itu salah satu alasan kenapa aku lebih suka memendam daripada mengutarakan, rasanya percuma.
seperti kebanyakan wanita lainnya, yang ketika mendapat short message dari si dia mereka bahagia, bahagia sekali. aku akui aku tak ubahnya dengan mereka, mungkin ini sudah menjadi bagian dari seorang wanita yang sedang jatuh cinta, mungkin. aku selalu menyimpan pesan singkatmu dalam sebuah arsip. kadang, jika rindu menghujam tanpa henti aku sangat antusias membaca ulang pesan singkatmu dan itu selalu membuatku tersenyum sendiri seperti orang gila.
aku dan kamu terpisah jarak, ruang dan waktu. tapi aku punya seribu satu cara untuk mengupdate keberadaanmu. tak jarang aku selalu membuka akun-akun jejaring sosial milikmu untuk tahu apa aktivitasmu saat ini. bahasa kasarnya aku diam-diam memata-mataimu. ketika aku sedang membebaskan jariku untuk menulis kiriman ini aku masih saja mencuri waktu mengintip facebookmu :))
hanya ada satu orang kawan yang tahu siapa kamu disini. tapi sayangnya dia tak mendoakan agar kamu bersanding denganku. dan itu lagi-lagi yang membuatku pesimis untuk memperjuangkanmu sayang. kata dia aku tak sebanding dengan wanita-wanita pilihanmu dulu yang begitu rupawan. aku tak menyangkal memang kenyataan berkata demikian.
suatu hari, aku ingin memutuskan untuk tak mengharapkanmu lagi, melupakan semua perasaan yang pernah ada untuk sosok sepertimu. keinginan itu dapat berjalan, tapi sayangnya ia pincang. aku memang bertekad untuk menetralkan kembali perasaanku padamu, tapi aku selalu terhasut bisikan-bisikan absurd untuk mengingatmu kembali, mengkepoi jejaring sosialmu kembali, menanyakan kabarmu kembali lewat sebuah pesan singkat. ini tak terjadi sekali tapi sudah berkali kali.
Hari ini aku menghubungimu lagi. berbeda dari biasanya, kapasitas pengiriman pesan singkat ini berlangsung lama dan mengasikkan, bagiku tentunya. dan seperti yang aku bilang tadi, aku selalu mengarsipkan pesanmu. berlebihan bukan? aku hanya berpikir, bila nanti aku tak bisa mendapatkanmu, aku masih bisa membaca pesan singkatmu yang selalu membuatku terseyum. itu saja. dari perbincangan aku dan kamu saat ini, aku menyimpulkan sendiri bahwa kamu masih seperti yang lalu tak merasakan keberadaanku, tak bisa melihat kehadiranku. untuk seorang pesimistis dalam cinta sepertiku tak masalah. aku akan selalu berdamai dengan kenyataan. itu yang harus aku tancapkan mulai saat ini. tapi rasanya tak semudah aku menuliskan ini.
siapapun wanita yang kau pilih saat ini, tolong berikan sepintal doa untukku agar aku selalu bahagia tanpa kamu.
gudang kegalauan, 30 Feb 2030
Bacharuddin Jusuf Habibie
aku terlalu penuh percaya diri mengimplentasikan diriku sebagai cucu Habibie yang terselip. hahahaha :D (terselip tabung elpiji) tapi memang begitu adanya, aku sangat mengagumi beliau dari segala aspek kehidupan. beliau memang layak menjadi seorang teladan :))
Bacharuddin Jusuf Habibie, beliau lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. jadi bisa dibilang umur pak Habibie sekarang 77 tahun 7 bulan 13 hari hihihi. Sejak kecil beliau lebih akrab dipanggil Rudy. Menurut buku yang pernah aku baca, pak Habibie lebih suka mengurung diri untuk membaca buku daripada bermain bersama teman-temannya. keren kan? Setelah ayahnya pak Alwi Abdul Jalil Habibie meninggal, pak Habibie yang punya hobi berkuda ini merantau ke Bandung dan bersekoalh di Gouvernments Middlebare School, setelah tamat SMA pak Habibie melanjutkan ke ITB Bandung, nah dari situ pak Habibie dikenal sebagai teknokrat sang pencetus pesawat N250. tapi sayangnya pesawat asli buatan anak negeri itu gagal diorbitkan gara-gara IPTN munutup apa gituu aku susah njelasin, soalnya aku baca buku masih belum paham soal gagalnya penerbangan N250 yang merupakan cita-cita terbesar pak Habibie. semoga aku dan teman-temanku bisa menruskan cita-cita pak Habibie :)) amin
soal N250 pak Habibie pernah bilang gini :
"Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!"
pada 12 Mei 1962 pak Habibie menikah dengan ibu Hasri Ainun dan dikarunia dua oran anak Mas Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Pak Habibie memboyong keluarganya ke Jerman tepatnya di Munchen. pak Habibie adalah laki-laki yang paling romantis yang aku kenal, jujur bapak aku kalah romantis dibandingkan beliau hehehe. ini ada beberapa rangkaian kata dari pak Habibie yang menumbukan pesimisme dalam hatiku, apakah aku bisa mendapatkan seorang suami yang penuh kasih sayang dan kestian tak terperi seperti pak Habibie?
"Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, .......ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, kamu pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu........."
"Antara aku dan kamu adalah dua raga tetapi dalam satu jiwa"
"kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia. kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini
"Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia & membuatmu berarti lebih dari siapapun"
"Terima kasih Allah, Engkau telah lahirkan Saya untuk Ainun dan Ainun untuk Saya"
itu hanya beberapa, kalo mau lebih silahkan search sendiri yaaa :))
Pak Habibie pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia menggantikan Presiden Suharto, setelah aku menyaksikan tanyangan Mata Najwa edisi 5 Februari 2014 aku jadi tahu kenapa pak Harto tidak mau bertemu dengan pak Habibie. kamu penasaran? silahkan liat tayangannya, ada di favorit akun @debyams. Pak Habibie memang berpredikat sebagai presiden tersingkat repulik Indonesia, tapi jangan salah semangatnya untuk negeri ini masih membara hingga kini, sikap politiknya sungguh melebihi elite-elite politik yang ada saat ini. Untuk soal kenegaraan, ada analogi dari pak Habibie yang ngena banget....
"Saat itu ibaratnya kita dalam bus yang sedang melaju. Tiba-tiba sopirnya kena serangan jantung. Sebagai wakil sopir, saya langsung mengambil alih kemudi. Penumpang gempar, sebagian berteriak, belok kiri. Sebagian bilang, ambil jalan kanan, lainnya menyarankan, tetap jalan lurus. Mereka yang di luar bus juga ikut berkomentar, balik saja jalannya buntu"
Perlu kalian tahu, pak Habibie lengser dikarenakan refrendum Timor Timur. lebih jelasnya aku akan menilisik lebih dalam lagi.
Bagiku, pak Habibie ialah seoarang penebar insprirasi, terima kasih pak Habibie.
Aku bangga menjadi cucu terselipmu :))
Salam Indonesia Hebat 2014 :))
teruntuk kamu
teruntuk kamu.....
maaf jikalau kehadiranku membuatmu tak nyaman
teruntuk kamu.....
maaf jikalau keberadaanku membuatmu bising
teruntuk kamu....
maaf jikalau sosokku penuh dengan keburukan
teruntuk kamu....
aku hanya ingin merangkul jemarimu
teruntuk kamu....
aku hanya ingin bersandar dibahamu
teruntuk kamu....
aku ingin memeluk ragamu
teruntuk kamu....
tak masalah bila kau tak mengindahkan inginku
tak masalah bila kau tak mengabulkan inginku
tak masalah bila kau acuh pada inginku
tapi izinkan aku berdoa pada penguasa semesta
agar kamu menjadi jodohku
agar kamu menjadi imam dalam keluarga kecilku
agar kamu menjadi bapak terhadap anak-anakku
teruntuk kamu....
sudikah kau mengamini tulisan ini?
teruntuk kamu....
terima kasih telah membacanya
walau aku tau kau hanya tak sengaja
Mendung Wiryotedjo
namaku Mendung Wiryotedjo, aku lahir dan dibesarkan dari keluarga yang tidak miskin tidak kaya tapi sederhana, sesederhana namaku. Hingga aku besar, aku tak pernah menanyakan apa makna dibalik namaku. jika kau bersedia, maukah kamu mencari tahu untukku apa makna dari Mendung Wiryotedjo? soal nama sudah lupakan, kamu cukup memanggilku mendung.
aku ingin bercerita padamu, cerita mengenai dialog-dialog singkatku dengan seseorang yang sangat berharga dalam hidupku, dia adalah ibuku. perlu kau tahu, ibuku adalah seorang perajin tas anyaman. Beliau mengajariku untuk selalu ikhlas dan selalu mengatakan tidak dalam berkeluh kesah menjalani hidup :))
sore itu sepulang mengaji, aku duduk bersila di bawah ibu yang sedang menganyam diatas kursi. aku memulai bercerita tentang sekolah dan meluas hingga apa yang aku inginkan. akan ku tuliskan padamu dialog-dialog singkatku bersama ibuku.
Mendung : bu, adek mau jadi seperti mbak Najwa Shihab
Ibu : harus pinter kalo mau jadi kayak dia dek. adek ndak mau jadi PNS?
Mendung : adek pengen kayak mbak Najwa gitu bu, kalo gak gitu kayak Anita Rahma. pokoknya bisa ngobrol sama orang2 penting. Pak Habibie, Pak Jokowi, Bu Mega. ngobrol sama petinggi-petinggi negeri itu luar biasa kayaknyaaa.
Ibu : kerja gituan kan ada batasan usianya dek, kalo tua masak masih dipake? enak jadi PNS terjamin dek.
Mendung : iya kan itu cita-citanya ibu dari dulu, jadi PNS terjamin dapet tunjangan sana-sini.
Ibu : nah gitu tahu.
Mendung : tapi kan gak ada salahnya aku nyobain jadi mbak najwa, semua kan ada prosesnya.
Ibu : dari pada adek jadi yang mewawancarai, apa gak enak jadi yang diwawancarai?
Mendung : hahahaha ibu bener, tapi enggak entar aja, nanti juga ada gilirannya buat diwawancarai. hahaha
Ibu : inget gak dulu waktu adek masih kecil cita-citanya apa?
Mendung : haha inget kok, jadi presiden kan?
Ibu : apa sekarang gak pengen jadi presiden, membangunkan lagi cita-cita yang telah telelap?
Mendung ; gimana ya bu, bingung nih. liat nanti aja buuuu. yang minta ibu gak bosen-bosen buat ngedoain adek demi masa depan adek. kalo jadi presiden nanti mau ganti nama ah masak presiden mendung... entar dikiranya suram terus kan repot bu.
Ibu : kamu lupa yaaa dek, kan gak selama mendung itu hujan, gak selamanya mendung itu penuh kesuraman. ibu sama bapak ngasih nama kamu gak sembarangan looo. suatu saat kamu bakal tahu artinya.
Mendung : iya buuuu. mendung ngerti kok.
Ibu : inget sebuah nama sebuah cerita, dan kita itu yaaa sutradara untuk nama kita sendiri. jangan pernah bangga nama kita dikenal karena kita ini anak siapa, baru bangga kalo nama kita dikenal karena apa yang ada dalam diri kita. contoh realnya yaaa mbak Najwa Shihab itu. dia mulai dari nol hingga tenar sekarang ini, pak Habibie, pak Jokowi, semua juga sama.
Mendung : akan Mendung terbitkan sebuah buku berjudul Mendung Wiryotedjo suatu hari nanti. karena sebuah nama sebuah cerita.
itulah ibuku, dia selalu punya beribu cara menyenangkan hati anak semata wayangnya ini. suatu hari kau akan ku kenalkan dengan sosok bapakku yang tak kalah menginspirasiku.
Salam Hangat dari ku,
Mendung Wiryotedjo
Langganan:
Komentar (Atom)








