Terserah, orang menganggap aku idealis, egois, kaku atau apalah. terserah!
Berawal dari kekurangan informasi saat aku berada di kelas 12. Semenjak aku duduk di kelas 12 aku sudah memantapkan hati untuk kuliah. Tak ada niat kerja, karena aku sadar diri, aku tinggal di negara yang selalu menomersatukan jabatan, status dan sebagainya. itu pendapatku. Jangan komentar dulu! aku berpikir, dengan ijasah SMK aku bisa apa? Peluang kerja itu ada, tapi entahlah aku ingin kuliah! mungkin aku terlalu sombong bicara seperti ini tapi inilah aku.
Seperti yang kubilang diawal, aku kurang informasi. Aku menanggap masuk PTN itu mudah, semudah aku membanyangkannya. Jalur pertama, Jalur SNMPTN. Jalur ini menggunakan nilai rapot dan ditahun ini semua siswa bisa ikut tanpa ada rekomendasi dari sekolah siapa yang mendapat peringkat terbaik di sekolah. Aku lega dengan penerapan sistem ini. oke, SNMPTN tiba. dan aku terlalu meremehkan. Aku memilih semauku sendiri, tanpa konsultasi kepada orang yang lebih berpengalaman. Pilihanku tinggi-tinggi aku milih ITS Despro dan PWK terus UNESA senirupa dan sejarah. Semenjak itu doaku semakin getol aku berharap lolos undangan. Kesalahanku selanjutnya adalah, saat aku kelas 12 aku hanya belajar untuk UNAS, yaa UNAS dan aku masih mengesampingkan SBMPTN (ujian tulis) kenapa? karena sekali lagi aku katakan, AKU TERLALU PEDE BAHWA AKU BAKALAN LOLOS UNDANGAN. HAHAHA LUCU KAN?
Pas pengumuman SNMPTN ternyata aku gagal. sedih? Iyaaaaa, tapi lagi-lagi aku tak menyalahkan diriku sendiri. aku tambah bilang gini "Wajar SMK susah kalo lewat undangan" itulah bukti betapa kakunya aku. Seleksi kedua, Ujian Tulis (SBMPTN) ini kesalahanku yang teramat fatal! diawal, aku terlalu meremehkan masuk PTN. aku kira semua itu mudah. aku dari SMK dengan basic IPS, aku memaksa diriku ingin tetap masuk ITS. otomatis aku harus mengikuti ujian kelompok IPA. dan aku hanya mengandalkan keberuntungan pas aku mengikuti ujian. oyaaa, aku kasih tau yaa kenapa aku kekeh bgt pengen masuk ITS. karena aku dilarang keras kuliah diluar kota, dan cuma di ITS yang jurusannya sesuai dengan ambisiku saat itu. aku mengisi pilihanku ITS semua. hahaha konyol kan? pengumuman SBMPTN aku gagal, aku menangis. kenapa? karena aku iri dengan temanku yang lolos. tapi masih ada satu seleksi lagi untuk masuk ITS namanya Ujian Masuk Design, untuk yang ini aku agak gak main-main, aku ikut TOnya dan aku les gambar kilat. tapi lagi-lagi hasilnya NIHIL!!!!
Dan ada selesi STAN dan SPMB unesa, dari sini aku udah pesimis, gak balakan lolos deh karena aku sadar diri aku kurang mengausai meteri. dan bener, STAN aku gagal. tapi SPMB unesa ini aku lolos, tapi jujur dalam hati aku berharap gak lolos. kenapa? mengkin karena ambisiku masih berpihak pada ITS dan kampus lidah terlalu jauh dari rumah. dan ternyata SPMB unesa ini mahal sekali, jadi orang tuaku memutuskan untuk tak mengambilnya. Antara sedih dan seneng sih. hehehe
dan setelah SPMB unesa ini, bapak sm ibuk menawariku untuk mengambil PTS. tapi aku menolak. KENAPA? KARENA AKU BELUM NYADANGIN PTS MANAPUN! oke akhirnya aku menjalini rutinitasku saat ini dan AKU MENCOBA LAGI TAHUN DEPAN!. dan banyak sekali omongan miring yang keluar dari mulut sodara, temen dan tetangga.
ada yang bilang, "kalo tahun depan keburu lupa sm materinya". aku cuma mbatin gini "KALO NIAT YAA ENGGAK"
ada lagi yang bilang, "kenapa gak kuliah, gak mau ta diswasta? Masaak kalo gak negeri gak mau kuliah" dan aku jelasin yaaa "APA AKU PERNAH BILANG AKU GAK MAU SWASTA? AKU CUMA BELUM NYADANGIN SWASTA TAHUN INI, JADI DARI PADA AKU SALAH PILIH DAN GAK SREG KULIAH KAN BUAN-BUANG DUIT!"
ada yang bisik-bisik gini, "mbake ae kuliah, adike kok gak lo?" yaaa aku jawab dalam hati "HE LEK GAK NGERTI OPO-OPO IKU MENENGO!"
ada yang bilang "padahal, kamu dulu yang nggebu kuliah loo" ya aku jawab "saiki aku sek nggebu gawe kuliah kok, mek keadaane ae seng seje!"
omongan-omongan kayak gitu yang kadang bikin aku down, bikin aku capek. . apalah artinya kalo aku punya semangat tinggi tapi mentalku rapuh? tapi aku mesti berusaha berpikir positif
aku masih pengen mengejar PTN. aku masih pengen jadi sarjana. aku masih pengen memakai almamater. aku masih pengn meneriakkan hymne PTN. aku mengulang lagi karena aku ingin menebus kesalahanku dulu. untuk 2014 aku mencoba tidak kaku! walaupun aku berjuang sediri, aku percaya Allah selalu melihatku. Bapak dan Ibuk mendukungku. selalu!
Tunggu aku yaaa, aku sedang berusaha mengejarmu, PTN!