Selamat malam
Untuk semesta yang sedang mengenang
Malam ini kurasa akan panjang
Sebab aku tak sabar untuk segera berbincang
Bincang panjang perihal kenangan
Aku tak sendirian
Alunan musik Barasuara selalu jadi pilihan
Saat malam mulai memukul kenangan
Dan aku tak tega jika hanya berdiam
"Berlabuh lelahku, dikelambu jiwamu
Berlabuh lelahku, dikelambu jiwamu
Berlabuh lelahku, dikelambu jiwamu"
Lirik terakhir lagu bahas bahasa sukses menghidupkan malam yang bertabur kenangan.
Prolog diatas, jika kau jengah, abaikan
Karena segala keresahan, cukup aku saja yang merasakan
Sebenarnya ini yang ingin aku sampaikan
Sebenarnya ini yang ingin aku sampaikan
Aku ingin bercerita lewat karya
Dulu kamu pernah ngasih aku gambar ikan via facebook, katamu aku suruh ngolah
Tapi waktu itu gak bisa ngolah, jadi cuma disimpen aja
Hingga pada perjumpaan malam yang telah berlalu
Aku kepikiran pingin nyemangatin kamu lewat visual, dan aku teringat ikan pemberianmu.
Dan dengan segenap niat, semangat dan kreativitas, jadilah ....
Itu gambar apaan sih ?
Jadi ceritanya gambar ini berkonsep tentang pencarian sebuah ide. Kenapa? Soalnya aku tahu kamu mau mulai ngerjain tugas akhir. Jadi Ikannya aku ibaratin kamu yang lagi berenang di samudera kehidupan wkwkwk. Segita merah itu segala sesuatu yang menghambat kreativitas dan penghalang ide muncul di bibir pantai. Tapi aku tahu kamu, kamu orangnya pekerja keras, mau belajar, semangatnya tinggi jadi aku percaya kamu bakalan nemuin ide yang bagus, nah itu sebabnya aku sisipin lingkaran kuning ibarat matahari yang memberi pencerahan dan harapan baru buat kamu. Dan ada angka lima, sebagai tanda bulan mei, kenapa Mei? karena di bulan Mei tugas akhirmu itu bakalan di pamerin. Aku tahu, karyamu sering ikutan pameran, tapi pasti pameran tugas akhir besok punya makna tersendiri buat kamu heheh (sok tau). Terakhir, ada puisi singkat yang tak karang sendiri, tujuannya agar karyanya lebih hidup lagi, gituu.
Karyaku tak sebagus, karya milikmu. Tapi ketahuilah, karya ini aku bikin dengan segennggam niat dan dalam prosesnya selalu ku rapal doa. Semoga nasib baik tak pernah berjarak darimu. Semoga kau suka.
Sebanyak itu yang harusnya ku tuturkan saat aku kasih liat karya ini ke kamu.
Tapi semua bertolak belakang, tak seperti rencana semula.
Saat ku baca balasan chat dari nomermu.
Ku baca berulang, dan tanpa sengaja mata berkaca.
Marah, Kecewa, Sedih melebur menyatu kala itu.
Ku tarik nafas panjang, dan ku coba memaklumi
Karena aku tahu diri
Namaku tak ada dalam daftar orang penting di hidupmu
Jadi wajar saja jika kau lupa pernah memberi ikan itu padaku
Jika tulisan ini tak sampai padamu
aku tak berhenti berdoa agar semesta berkenan menyampaikan ini padamu
Jika kau membaca tulisan ini
aku tak akan berharap banyak atas tanggapan apa yang kau berikan
Oiya, hampir lupa. Selamat ya, jadi ketua pameran tugas akhir. Gak kaget sih kalo kamu jadi ketua. Kamu yang paling mau kerja keras, kamu juga punya prinsip tapi masih mau dengerin orang lain. Pengalamanmu juga banyak hihihi. Nanti aku diundang yaaa, tapi aku gamau kalo ada dia hehehe.
Selamat berkarya, dan tetap menginspirasi ya
Karena kecerian sebuah mimpi harus terpenuhi, gitu kan katamu?
Solo, 24 November 2015
Harusnya ini dikata, bukan malah membusuk di blog bersawang.
