karena keisengan itu bagian dari hidup.
jangan pernah anggap ini ceritaku.
karena memang benar ini bukan aku.
aku hanya membayangkan apa yang terbayang.
Hai, salam hangat dari kita berdua
nama : dimas
nama panjang : dimas a depan
nama : diya
nama panjang : diyaaaa wur
dimas : Hai
diyaa : Hai dim :)
dimas : lagi di Surabaya?
diyaa : enggak i, kenapa?
dimas : oh kirain
diyaa : jangan kira-kira dim wkwkwk :D
dimas : lagi dimana?
diyaa : kepo deh
dimas : seriusan
diyaa : yaelah dim, kayak baru kenal aku kemarin aja
dimas : lagi dimana yaa?
diyaa : yakin pengen tahu?
dimas : -_____-
diyaa : wkwkwk
dimas : dimana kok?
*10 menit kemudian*
diyaa : aku lagi di depan pintu hatimu, udah dari empat tahun yang lalu aku nungguin kamu disini. tapi kamu gak pernah bukain pintu buat aku.
dimas : kenapa gak ngetuk pintu?
diyaa : kenapa? harusnya aku yang bertanya kenapa kau tak mendengar gumpalan jemariku yang mengetuk-ngetuk pintu hatimu hingga detik ini. padahal aku tahu kau ada di dalam.
dimas : maaf
diyaa : hanya itu?
*3 hari kemudian*
dimas : aku bukannya tak mendengar, pintu hatiku aku pasang sebuah gembok. berulang kali aku membukanya selalu tak berhasil. rupanya gembokku berkarat hebat. aku mati dalam usahaku sendiri.
diyaa : lalu apa aku harus percaya?
dimas : aku tak pernah memaksamu untuk percaya. tapi aku percaya, hatimu percaya.
*tanpa balasan*
dimas : selama kau menunggu, selama itu pula hatiku masih kosong.
*tanpa balas*
dimas : rasa sesal di dalam hati selalu menghantui. aku memasangnya agar tak ada yang bisa masuk kedalam selain kamu. nyatanya semua tak sesuai rencana. aku malah tak bisa membukanya. aku tahu bukan hal mudah bertahan dalam ketidakjelasan. menerka-nerka penuh ketidakpastian. sendiri menyusuri sepi. tapi dari semua itu aku semakin yakin, kau wanita tangguh tanpa harus ada penangguhan. kesetianmu tak perlu diragukan. cintamu nyata dalam keabadian.
diyaa : dimaaaas (menangis)
dimas : menangislah, karena menangis bukan berarti kau cengeng, melainkan tak ada lagi kata yang mampu menuliskan perasaan. benar kan?
*bersambung*
*ngantuk*