Selasa, 24 November 2015

Tersirat Tafsiran Berbisik


Selamat malam
Untuk semesta yang sedang mengenang
Malam ini kurasa akan panjang
Sebab aku tak sabar untuk segera berbincang
Bincang panjang perihal kenangan

Aku tak sendirian
Alunan musik Barasuara selalu jadi pilihan
Saat malam mulai memukul kenangan
Dan aku tak tega jika hanya berdiam

"Berlabuh lelahku, dikelambu jiwamu
Berlabuh lelahku, dikelambu jiwamu
Berlabuh lelahku, dikelambu jiwamu"

Lirik terakhir lagu bahas bahasa sukses menghidupkan malam yang bertabur kenangan.

Prolog diatas, jika kau jengah, abaikan
Karena segala keresahan, cukup aku saja yang merasakan

Sebenarnya ini yang ingin aku sampaikan
Aku ingin bercerita lewat karya

Dulu kamu pernah ngasih aku gambar ikan via facebook, katamu aku suruh ngolah
Tapi waktu itu gak bisa ngolah, jadi cuma disimpen aja
Hingga pada perjumpaan malam yang telah berlalu
Aku kepikiran pingin nyemangatin kamu lewat visual, dan aku teringat ikan pemberianmu.
Dan dengan segenap niat, semangat dan kreativitas, jadilah ....



Itu gambar apaan sih ?

Jadi ceritanya gambar ini berkonsep tentang pencarian sebuah ide. Kenapa? Soalnya aku tahu kamu mau mulai ngerjain tugas akhir. Jadi Ikannya aku ibaratin kamu yang lagi berenang di samudera kehidupan wkwkwk. Segita merah itu segala sesuatu yang menghambat kreativitas dan penghalang ide muncul di bibir pantai. Tapi aku tahu kamu, kamu orangnya pekerja keras, mau belajar, semangatnya tinggi jadi aku percaya kamu bakalan nemuin ide yang bagus, nah itu sebabnya aku sisipin lingkaran kuning ibarat matahari yang memberi pencerahan dan harapan baru buat kamu. Dan ada angka lima, sebagai tanda bulan mei, kenapa Mei? karena di bulan Mei tugas akhirmu itu bakalan di pamerin. Aku tahu, karyamu sering ikutan pameran, tapi pasti pameran tugas akhir besok punya makna tersendiri buat kamu heheh (sok tau). Terakhir, ada puisi singkat yang tak karang sendiri, tujuannya agar karyanya lebih hidup lagi, gituu.

Karyaku tak sebagus, karya milikmu. Tapi ketahuilah, karya ini aku bikin dengan segennggam niat dan dalam prosesnya selalu ku rapal doa. Semoga nasib baik tak pernah berjarak darimu. Semoga kau suka.

Sebanyak itu yang harusnya ku tuturkan saat aku kasih liat karya ini ke kamu.
Tapi semua bertolak belakang, tak seperti rencana semula.
Saat ku baca balasan chat dari nomermu.
Ku baca berulang, dan tanpa sengaja mata berkaca.
Marah, Kecewa, Sedih melebur menyatu kala itu.

Ku tarik nafas panjang, dan ku coba memaklumi
Karena aku tahu diri
Namaku tak ada dalam daftar orang penting di hidupmu
Jadi wajar saja jika kau lupa pernah memberi ikan itu padaku

Jika tulisan ini tak sampai padamu
aku tak berhenti berdoa agar semesta berkenan menyampaikan ini padamu
Jika kau membaca tulisan ini
aku tak akan berharap banyak atas tanggapan apa yang kau berikan


Oiya, hampir lupa. Selamat ya, jadi ketua pameran tugas akhir. Gak kaget sih kalo kamu jadi ketua. Kamu yang paling mau kerja keras, kamu juga punya prinsip tapi masih mau dengerin orang lain. Pengalamanmu juga banyak hihihi. Nanti aku diundang yaaa, tapi aku gamau kalo ada dia  hehehe.

Selamat berkarya, dan tetap menginspirasi ya
Karena kecerian sebuah mimpi harus terpenuhi, gitu kan katamu?


Solo, 24 November 2015
Harusnya ini dikata, bukan malah membusuk di blog bersawang.

Minggu, 08 November 2015

Panca temanku, kau yang paling tahu

Panca temanku, aku datang padamu untuk berbagi cerita. Aku memang bukan teman yang baik. Mencarimu hanya untuk mendengar ceritaku, dan parahnya itu bukan cerita indah seperti dongeng yang berakhir gembira dan selalu menarik untuk dibaca berulang. Aku heran, kau sama sekali tak pernah marah aku perlakukan seperti itu. Aku kadang malu sendiri, tak tau harus bagaimana membalas kebaikanmu yang tak pernah ada habisnya. Kau teman luar biasa.

Kau yang paling tahu, bagaimana aku mengaguminya
Kau yang paling tahu, berapa lama aku menantianya
Kau yang paling tahu, semua ceritaku tentang dia

Apalagi yang ingin kau ceritakan malam ini? Sebelum kau bercerita, bisakah kau berjanji tak akan menangis setelahnya? Tanyamu dengan penuh harap

Sebisa mungkin. Namun nanti jika kau dapati air mata ini menetes, itu tandanya aku tak siap menahan segala sakit. Jadi ku mohon untuk ribuan kalinya, mengertilah Panca.

Kadang aku pernah mendoakanmu untuk mati rasa saja. Agar kau tak perlu repot-repot lagi mengenal sakit, karena mengaguminya. 

Hahaha, mungkin doa mu masih terlalu lemah. Tak sekuat doaku untuk diriku sendiri. Tapi terima kasih telah mendoakanku.

Dalam doaku, aku berharap agar hati ini selalu siap. Siap bahwa aku bukanlah satu-satunya yang kau pelakukan dengan baik, dan kau beri perhatian sempurna. Siap bahwa selama ini aku hanya salah mengartikan kebaikan dan perhatianmu. Gumamku dalam hati.

bersambung...

Solo, 8 November 2015
Gerimis menemani

Kamis, 15 Oktober 2015

Hobi atau Candu


Selamat malam jiwa-jiwa rapuh sepertiku
Entah yang keberapa, aku rapuh karena ulaku (sendiri)

Stalking

Semenjak mengenal dunia maya aku tahu apa itu stalking,
dan semenjak aku menggenggam ponsel pintar, stalking adalah hobi baruku.
dunia maya ternyata candu bagiku
magnetnya lebih kuat dari apapun

Dulu stalking hanya sebatas fesbuk, sekarang sosial media tak hanya itu
Aku betah berjam-jam berkelana di maya mu
Mengendap masuk bagai penjuri, menatap dari segala penjuru
Dan akan berhenti sendiri jika sudah tau kabar terbaru darimu
Entah kabar itu baik untukku, atau sebaliknya
Tapi apapun itu, jika kabar itu tentangmu, aku selalu menunggu

Dari stalking, aku tahu ternyata ada yang lain selain aku
yang menyemangatimu lebih dari aku
Dari stalking, aku tahu ternya aku bukan satu-satunya
yang sedang dekat denganmu, ya aku bukan satu-satunya
Dari stalking, aku tahu bahwa dia memiliki perasaan lebih kepadamu
yang ku baca, dia ingin memiliki makna bagimu

Lebih sakit lagi saat aku stalking gadis itu,
Setiap postingannya selalu terlihat bahwa dia benar-benar menginginkanmu
Aku bukan sok tahu, tapi aku dan dia sama-sama perempuan
Sama-sama tahu,
Gelagat bahasanya aku tahu, dia ingin kamu

Aku mencoba bertanya langsung padamu,
katamu dia hanya teman
tapi aku ragu, sebab dia benar-benar ingin mempunyai makna untukmu
aku takut, jika kau punya perasaan yang sama seperti dia
tapi sayang aku tak begitu punya nyali untuk menanyakan itu,
karena aku tahu kau akan marah jika membahas soal perasaan
itu sebabnya tulisan ini muncul wujud kerasahanku saat ini dan kedepannya

Kadang aku ingin menyalahkanmu atas perasaanya,
Sikapmu yang terlalu baik membuat nyaman siapa saja yang ada di sekitarmu

"jangan terlalu baik sama orang, nanti ada yang salah mengartikan kebaikanmu"
5cm

Aku selalu berdoa, di perjumapaan maya selanjutnya,
Hatiku harus lebih siap dari malam sebelumnya
Agar tak selebab saat aku pertama melihatnya

Semoga aku terbiasa atas luka yang aku gali sendiri dari dunia maya
dan semoga pada kenyataannya penantian ini tak sia-sia

Solo, 15 Oktober 2015
Aku yang berpura-pura





Selasa, 06 Oktober 2015

aku bergumam

kepada malam yang diam, aku bergumam

malam, kau tau rasanya tergantikan?

ketika ada yang lain, dan bukan aku lagi

malam, kau tau rasanya tergantikan?

ketika aku hilang, tapi tak dicari lagi

malam, kau tau rasanya tergantikan?

ketika kebisaan hanya tinggal kenangan, dan tak bisa kau ulang lagi

aku bicara tergantikan  bukan digantikan

tergantikan memang terdengar sebuah ketidaksengajaan, tapi bagiku itu ketidaksengajaan yang berencana

jika tak berencana, bisa kau jelaskan padaku, kau kemana kan kebiasaan kita dulu sebelum dia ada?

tergantikan bukan harapan, tapi hal yang menyakitkan

malam, terima kasih sudah mendengar

dan kau, kapan aku bisa mendengar penjelasan mu? setelah membaca ini? Aku tak mau berharap

Rabu, 02 September 2015

malam yang diam

malam
kian malam kian kelam
mata tak juga terpejam

malam
kian malam kian mencekam
rindu tak enggan menikam

jika
jika saja
jika saja aku
tak jatuh cinta padamu
hatiku tak akan lebam
selebam malam ini

ketahuilah
pada malam yang diam
aku mengadu,
menangis perlahan

ketahuilah

Selasa, 18 Agustus 2015

aswangga


panca inderaku bekerja bagai seharusnya
upahnya bukan recehan yang melimpah,
tapi puas jiwa mendapati diri
memeluk mimpi-mimpi


begitulah laku aswangga menyemangati diri sendiri.

Dimataku, 
aswangga adalah bocah gesit, lincah, cekatan diantara teman seusianya
hidup berselimut doa dan harapan sepanjang malam,
dan kebahagiaan tak pernah rela jika harus jauhdari bocah ini
entah apa yang membuat aswangga begitu istimewa

tetaplah hidup dalam bayang dan angan
agar selamanya aku terus bermimpi
menjumpaimu dalam sosok yang tak lagi hanya ilusi

Jalan Merdeka

Sayang,
duduklah sebentar,
Bibirku bergetar tak sabar,
Seolah tak ingin ketinggalan
Bercuap tentang kemerdekaan
Kesoktahuanku ini hanya ingin kau dengarkan

Sayang,
mari mundur ke belakang,
mengorek masa lalu,
tapi bukan tentang kita,
tentang  tanah kita

Jika kita toleh ke belakang
Bagaimana pejuang, berjuang
Dengan tekad yang tak pernah goyang
Dengan semangat yang tak pernah hilang
Mereka siap menentang

Kita sama-sama pernah membaca, dan medengar cerita perjuangan
Jalan merdeka itu panjang sayang, sangat panjang
Membentang ratusan tahun dihadapan pejuang
Tak pernah terlihat lapang

Tapi hari ini sayang, semua menyeru merdeka, kau tau apa artinya?

Tanah kita telah merdeka sayang *meneteskan air mata*

Lantas mengapa kau menangis sayang?

Minggu, 18 Januari 2015

Kepada : Mimpiku Semalam

Selamat pagi.
Aku merasa hari ini akan indah.
Semoga.

Mimpi adalah kembang tidur.
Mimpi tak pernah datang dengan runtut, 
tapi akan ada satu adegan yang melekat kuat saat kita bangun.
Entah itu baik atau buruk.
Seperti mimpiku semalam.

Aku tak akan menceritakan detail tentang mimpiku.
Sebab, kebetulan aku memang percaya mitos satu ini,
"setiap mimpi yang diceritakan, tidak akan jadi kenyatatan"
Tapi yang ingin aku garis bawahi bahwa.........
"mimpiku indah dan aku ingin mimpiku mewujudnya"

Dan aku cukup menuliskan surat untuk mimpiku semalam.

Kepada : Mimpiku Semalam

Mimpiku semalam bukan tentang aku menjadi jutawan
bukan pula aku mendapat rumah idaman,
atau laki-laki tampan, mapan, dan beriman.
bukan.

Mimpiku semalam cukup sederhana.
Semoga mewujud nyata.
dan hanya akan bahagia.

Amin.

Semarang, 2015
dengan hati yang tenang.


Selasa, 06 Januari 2015

kehidupan


berpikir dewasa
dan berimajinasi seperti anak-anak.

dilematika hidup
emosi 
tangis
tawa
haru
bahagia
sepi
sunyi 
sendiri
harapan
kecewa

masa kecil, penuh cerita, penuh bahagia.
permen, balon dan coklat miniatur surga.

semakin dewasa paham perihal luka.
tentang cinta yang mengundang duka.
hararapan yang merangkul kecewa.
seolah berganti peran menjadi pengagum  air mata.



Sabtu, 03 Januari 2015

kesempatan

waktu.
dia berjalan biasa, kita anggap itu lari.
cepat sekali, dan tak kita sadari.

waktu.
dia mematikan jika tak kita kendalikan.

waktu.
dia bagian dari kehidupan,
harusnya tak kita abaikan.

memang benar.

2014 usai.
meninggalkan cerita yang tak akan kita tinggalkan
tapi akan kita ceritakan, di masa depan.

2014 aku beri nama tahun kesempatan.

kesempatan?

kesempatan berjuang.
berjuang untuk mendapatkan apa yang ingin kita dapatkan.
berjuang untuk menggenggam apa yang sulit kita genggam sebelumnya.
berjuang untuk tetap berlayar di atas kapal.

hidup bagiku seperti sedang berlayar diatas kapal.
mungkin kiasan ini terlalu klisa dan mainstream.
tapi memang, hidup itu seperti itu.

hanya diri sendiri yang tahu kemana akan pergi.
cukup kau dengar bisikan nurani.

sekarang,
ku lanjutkan lagi perjalananku.
untuk 2015, aku siap!

kepada yang Maha Merencanakan,
terima kasih untuk setiap kesempatan dalam perjalanan :)