Minggu, 20 Juli 2014

bukan sensasi

hhmmmmm, kurasa malam ini akan panjang.
ada kegundahan yang mengendap masuk ke pikiranku.
aaaaah lagi-lagi aku kebololan, gumamku dalam hati.
padahal sudah ku antisipasi, 
aku amankan hati dengan kurangan rasa percaya, lalu aku beri gembok keikhlasan,
tapi masih saja si gundah berhasil menyelinap, aku harus apa lagi?
entaaaaaaaah!


aku iri hati,
atau aku cemburu, aku tak tahu apa bedanya.
aku ingin bertukar posisi dengan sahabatmu tersayang.
aku tak akan menyebutkan nama, kamu pasti tahu maksudku. iya kan?
jika kamu bertanya "kenapa???????????"
dengan jujur akan kuutarakan, karena aku sudah bosan berteman dengan kata "memendam"
aku ingin seperti dia, sahabatmu tersayang itu,
kamu tak pernah ragu menceritakan apapun pada sahabatmu itu, bahkan rahasia mengenai orang di masa lalumu pun kamu ceritakan, kamu bisa membuka diri jika dengan dia. jika denganku? wassalam.
kamu sering aku perhatikan jalan atau keluar bareng dia, berdua. walaupun aslinya bertiga. tapi ya gak sedikit yang jalan cuma berdua aja. aku tahu dari setiap foto yang diunggah sahabat tersayangmu itu. hihihi :) 
kamu juga sering main ke rumahnya dia, kamu percaya sepenuhnya sama dia. kiriman aja kamu alamatin di rumahnya, aku kaget buat main waktu kamu cerita itu.
yaaa gak heran kalo banyak yang bilang kalian pacaran.
apalagi sahabatmu itu punya panggilan khusus buat kamu. hmmmmmmmmmm


aku pengen.
aku pengen mendengar ceritamu hari ini, mendengar cerita tentang mimpi-mimpimu yang begitu luar biasa, mendengar setiap keluh kesahmu. aku pengen jadi pendengar yang baik buat kamu, asal kamu tahu.
aku pengen.
aku pengen kamu datang ke rumahku, kita berkarya bareng, tuker pikiran, berbagi pengalaman. tapi apa jawabanmu? aku selalu dan selalu bilang, "aku gak tahu rumahmu deb". hahaha basi! kamu bisa cari kalo emang kamu ada niatan. kamu emang gak ada kemauan sedikitpun untuk itu. 
aku pengen.
aku pengen berfoto berdua bareng kamu. kita berfoto berdua cuma saat acara purnasiswa, akupun tak punya file fotonya. aku gak yakin kamu gak suka foto. fotomu sama sahabat tersayangmu itu lebih dari ratusan kok. aku cuma pengen nyimpen foto kita. jadi kalo aku kangen, ya foto itu penawarnya.
seandainya kamu tahu, aku pengen posisiku seperti dia, sahabat tersayangmmu.
mungkin bagimu ini terlalu berlebihan, tapi memang aku tak pernah bisa membohongi diri. apa aku salah?


kamu selalu bilang dia sahabatmu, hanya sebatas sahabat.
aku percaya kamu, tapi ada kekatukan yang kadang mengusik.
persahabatan kalian bukan hal baru bagi kalian.
kedekatan kalian bukan hal yang perlu dikagetkan banyak orang.
bagimu itu biasa, tapi bagi sahabat tersayangmu itu?
gak menutup kemungkinan, sahabat tersayangmu itu menyimpan rasa lebih sebagai sahabat.
yang harus kamu garis bawahi, aku bukan menuduh, sama sekali bukan.
aku berbicara dari sisi perempuan.
aku tahu sifat seorang perempuan seperti apa, karena aku ini ya perempuan.
"tresno jalaran soko kulino" kadang ada benernya bagi seorang perempuan.
jika kamu mau, coba saat sedang berdua, kau tanyakan ini pada sahabat tersayangmu itu.


tulisanku ini bukan sebuah sensasi ingin mendapat perhatianmu.
kamu tahu aku kan? aku suka menulis.
apapun aku tulis.
yaa dengan ini aku mengeluarkan apa yang ganjil dalam hati.
aku bukan pura-pura.
aku hanya ingin bercerita.
itu saja.


dalam perasaan menyesal membuka beranda, Juli 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar