Minggu, 09 Februari 2014

Keluarga Parto Sidi

Haaaaaai reader, di tulisanku kali ini aku bakal cerita tentang keluarga besarku dari pihak Bapak. yaa keluarga besar Parto Sidi.  Oiyaaa, aku nulis beginian bukan karena apa-apa, aku cuma mau ngeluapin rasa bahagia aku bisa menjadi salah satu cucu Parto Sidi :)) 

Bapaknya Bapak alias Mbahku bernama Parto Sidi, tapi biasa memanggilnya mbah sidi. Istrinya bernama Mbah saki (kalo gak salah, aku lupa belum tanyak sumber terpercaya). dari pernikahan mereka berdua menghasilkan kurang lebih sepuluh anak, terdiri dari 3 perempuan dan 7 laki-laki. Semua anak-anak beliau, mereka berinama dengan inisal B semua dan bernama belakang Suparto. Sungguh kreatif sekali Mbahku itu :)) dan nama bapak aku sendiri Birowo Suparto, bapak adalah anak ke sembilan. So, aku punya banyak banget pakde dan bude. Nah dari sini nih aku percaya sama pepatah Jawa yang bilang "banyak anak banayk rejeki". itu bener banget mameeeeeen! dampaknya berimpas ke cucu-cucunya. Aku jadi punya saudara banyaaak, yang alhamdulillah sekarang ada dibeberapa kota besar di pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Purwokerto, Magetan, Surabaya, dan Malang. Selain itu read, cucu-cucu Mbah Sidi banyak yang seumuraaaan, yang seumuran sama aku aja ada kurang lebih delapan orang dan itu juga jaum hawa. gilaaaaa kurang bahagia apa coba. Mangkanya setiap ada acara keluarga, aku pasrti seneng. Kumpul bareng saudara jauh, berbagi cerita, berbagi duit jugaa hahaha :D

Oiya, Mbah Sidi asli orang Magetan Read. Setiap lebaran aku mesti pulang kesana. Cerita lucunya, setiap mau tidur, kita mesti rebutan bantal. karena saking banyaknya sodara yang tidak sepadan dengan jumlah bantal. hahahaa. terus pas lebaran ada tradisi bagi-bagi duit, karena sodara banyaaaak, pendapatanku juga banyak. wkwkwwk senang sekali :D Tapi, semenjak mbah Kakung dan mbah Putri kembali kepada sang Pencipta. Rumah Brancang gak seramai dulu. Mangkanya sekarang setiap ada acara keluarga mesti paling semangat. hahaaha

Terima Kasih ya Embah, aku seneng sekali bisa jadi bagian dari keluarga Parto Sidi :))

Dan Aku bersyukur, berterima kasih sama Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara kedua, memberi rezeki kepada siapa saja dan dengan cara yang tidak disangka-sangka. Memiliki keluarga besar seperti sekarang ini adalah anugerah yang tak ternilai, sebisa mungkin aku akan menjaga keutuhan keluarga ini. 



Jumat, 07 Februari 2014

berikan aku sepintal doa

aku mengagumi sosokmu sejak SMA, untuk urusan hati aku termasuk dalam kategori cemen. aku selalu diam diam mencintai padahal sekarang ini udah gak jaman lagi. aku sadar diri, aku penuh keburukan tak semenawan wanita-wanita pilihanmu dulu. itu salah satu alasan kenapa aku lebih suka memendam daripada mengutarakan, rasanya percuma.

seperti kebanyakan wanita lainnya, yang ketika mendapat short message dari si dia mereka bahagia, bahagia sekali. aku akui aku tak ubahnya dengan mereka, mungkin ini sudah menjadi bagian dari seorang wanita yang sedang jatuh cinta, mungkin. aku selalu menyimpan pesan singkatmu dalam sebuah arsip. kadang, jika rindu menghujam tanpa henti aku sangat antusias membaca ulang pesan singkatmu dan itu selalu membuatku tersenyum sendiri seperti orang gila.

aku dan kamu terpisah jarak, ruang dan waktu. tapi aku punya seribu satu cara untuk mengupdate keberadaanmu. tak jarang aku selalu membuka akun-akun jejaring sosial milikmu untuk tahu apa aktivitasmu saat ini. bahasa kasarnya aku diam-diam memata-mataimu. ketika aku sedang membebaskan jariku untuk menulis kiriman ini aku masih saja mencuri waktu mengintip facebookmu :))

hanya ada satu orang kawan yang tahu siapa kamu disini. tapi sayangnya dia tak mendoakan agar kamu bersanding denganku. dan itu lagi-lagi yang membuatku pesimis untuk memperjuangkanmu sayang. kata dia aku tak sebanding dengan wanita-wanita pilihanmu dulu yang begitu rupawan. aku tak menyangkal memang kenyataan berkata demikian.

suatu hari, aku ingin memutuskan untuk tak mengharapkanmu lagi, melupakan semua perasaan yang pernah ada untuk sosok sepertimu. keinginan itu  dapat berjalan, tapi sayangnya ia pincang. aku memang bertekad untuk menetralkan kembali perasaanku padamu,  tapi aku selalu terhasut bisikan-bisikan absurd untuk mengingatmu kembali, mengkepoi jejaring sosialmu kembali, menanyakan kabarmu kembali lewat sebuah pesan singkat. ini tak terjadi sekali tapi sudah berkali kali.

Hari ini aku menghubungimu lagi. berbeda dari biasanya, kapasitas pengiriman pesan singkat ini berlangsung lama dan mengasikkan, bagiku tentunya. dan seperti yang aku bilang tadi, aku selalu mengarsipkan pesanmu. berlebihan bukan? aku hanya berpikir, bila nanti aku tak bisa mendapatkanmu, aku masih bisa membaca pesan singkatmu yang selalu membuatku terseyum. itu saja. dari perbincangan aku dan kamu saat ini, aku menyimpulkan sendiri bahwa kamu masih seperti yang lalu tak merasakan keberadaanku, tak bisa melihat kehadiranku. untuk seorang pesimistis dalam cinta sepertiku tak masalah. aku akan selalu berdamai dengan kenyataan. itu yang harus aku tancapkan mulai saat ini. tapi rasanya tak semudah aku menuliskan ini.

siapapun wanita yang kau pilih saat ini, tolong berikan sepintal doa untukku agar aku selalu bahagia tanpa kamu.


gudang kegalauan, 30 Feb 2030

Bacharuddin Jusuf Habibie

aku terlalu penuh percaya diri mengimplentasikan diriku sebagai cucu Habibie yang terselip. hahahaha :D (terselip tabung elpiji) tapi memang begitu adanya, aku sangat mengagumi beliau dari segala aspek kehidupan. beliau memang layak menjadi seorang teladan :))



Bacharuddin Jusuf Habibie, beliau lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. jadi bisa dibilang umur pak Habibie sekarang 77 tahun 7 bulan 13 hari hihihi. Sejak kecil beliau lebih akrab dipanggil Rudy. Menurut buku yang pernah aku baca, pak Habibie lebih suka mengurung diri untuk membaca buku daripada bermain bersama teman-temannya. keren kan? Setelah ayahnya pak Alwi Abdul Jalil Habibie meninggal, pak Habibie yang punya hobi berkuda ini merantau ke Bandung dan bersekoalh di Gouvernments Middlebare School, setelah tamat SMA pak Habibie melanjutkan ke ITB Bandung, nah dari situ pak Habibie dikenal sebagai teknokrat sang pencetus pesawat N250. tapi sayangnya pesawat asli buatan anak negeri itu gagal diorbitkan gara-gara IPTN munutup apa gituu aku susah njelasin, soalnya aku baca buku masih belum paham soal gagalnya penerbangan N250 yang merupakan cita-cita terbesar pak Habibie. semoga aku dan teman-temanku bisa menruskan cita-cita pak Habibie :)) amin



soal N250 pak Habibie pernah bilang gini : 

"Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!"




pada 12 Mei 1962 pak Habibie menikah dengan ibu Hasri Ainun dan dikarunia dua oran anak Mas Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Pak Habibie memboyong keluarganya ke Jerman tepatnya di Munchen. pak Habibie adalah laki-laki yang paling romantis yang aku kenal, jujur bapak aku kalah romantis dibandingkan beliau hehehe. ini ada beberapa rangkaian kata dari pak Habibie yang menumbukan pesimisme dalam hatiku, apakah aku bisa mendapatkan seorang suami yang penuh kasih sayang dan kestian tak terperi seperti pak Habibie?



"Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, .......ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, kamu pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu........."



"Antara aku dan kamu adalah dua raga tetapi dalam satu jiwa" 





"kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia. kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini 





"Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia & membuatmu berarti lebih dari siapapun"





"Terima kasih Allah, Engkau telah lahirkan Saya untuk Ainun dan Ainun untuk Saya"


itu hanya beberapa, kalo mau lebih silahkan search sendiri yaaa :))




Pak Habibie pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia menggantikan Presiden Suharto, setelah aku menyaksikan tanyangan Mata Najwa edisi 5 Februari 2014 aku jadi tahu kenapa pak Harto tidak mau bertemu dengan pak Habibie. kamu penasaran? silahkan liat tayangannya, ada di favorit akun @debyams. Pak Habibie memang berpredikat sebagai presiden tersingkat repulik Indonesia, tapi jangan salah semangatnya untuk negeri ini masih membara hingga kini, sikap politiknya sungguh melebihi elite-elite politik yang ada saat ini. Untuk soal kenegaraan, ada analogi dari pak Habibie yang ngena banget....



"Saat itu ibaratnya kita dalam bus yang sedang melaju. Tiba-tiba sopirnya kena serangan jantung. Sebagai wakil sopir, saya langsung mengambil alih kemudi. Penumpang gempar, sebagian berteriak, belok kiri. Sebagian bilang, ambil jalan kanan, lainnya menyarankan, tetap jalan lurus. Mereka yang di luar bus juga ikut berkomentar, balik saja jalannya buntu"


Perlu kalian tahu, pak Habibie lengser dikarenakan refrendum Timor Timur. lebih jelasnya aku akan menilisik lebih dalam lagi.



Bagiku, pak Habibie ialah seoarang penebar insprirasi, terima kasih pak Habibie.
Aku bangga menjadi cucu terselipmu :))



Salam Indonesia Hebat 2014 :))


teruntuk kamu

teruntuk kamu.....
maaf jikalau kehadiranku membuatmu tak nyaman
teruntuk kamu.....
maaf jikalau keberadaanku membuatmu bising
teruntuk kamu....
maaf jikalau sosokku penuh dengan keburukan
teruntuk kamu....
aku hanya ingin merangkul jemarimu
teruntuk kamu....
aku hanya ingin bersandar dibahamu
teruntuk kamu....
aku ingin memeluk ragamu
teruntuk kamu....
tak masalah bila kau tak mengindahkan inginku
tak masalah bila kau tak mengabulkan inginku
tak masalah bila kau acuh pada inginku
tapi izinkan aku berdoa pada penguasa semesta 
agar kamu menjadi jodohku
agar kamu menjadi imam dalam keluarga kecilku
agar kamu menjadi bapak terhadap anak-anakku
teruntuk kamu....
sudikah kau mengamini tulisan ini?
teruntuk kamu....
terima kasih telah membacanya
walau aku tau kau hanya tak sengaja



Mendung Wiryotedjo

namaku Mendung Wiryotedjo, aku lahir dan dibesarkan dari keluarga yang tidak miskin tidak kaya tapi sederhana, sesederhana namaku. Hingga aku besar, aku tak pernah menanyakan apa makna dibalik namaku. jika kau bersedia, maukah kamu mencari tahu untukku apa makna dari Mendung Wiryotedjo? soal nama sudah lupakan, kamu cukup memanggilku mendung.


aku ingin bercerita padamu, cerita mengenai dialog-dialog singkatku dengan seseorang yang sangat berharga dalam hidupku, dia adalah ibuku. perlu kau tahu, ibuku adalah seorang perajin tas anyaman. Beliau mengajariku untuk selalu ikhlas dan selalu mengatakan tidak dalam berkeluh kesah menjalani hidup :))



sore itu sepulang mengaji, aku duduk bersila di bawah ibu yang sedang menganyam diatas kursi. aku memulai bercerita tentang sekolah dan meluas hingga apa yang aku inginkan. akan ku tuliskan padamu dialog-dialog singkatku bersama ibuku.



Mendung : bu, adek mau jadi seperti mbak Najwa Shihab

Ibu : harus pinter kalo mau jadi kayak dia dek. adek ndak mau jadi PNS?
Mendung : adek pengen kayak mbak Najwa gitu bu, kalo gak gitu kayak Anita Rahma. pokoknya bisa ngobrol sama orang2 penting. Pak Habibie, Pak Jokowi, Bu Mega. ngobrol sama petinggi-petinggi negeri itu luar biasa kayaknyaaa.
Ibu : kerja gituan kan ada batasan usianya dek, kalo tua masak masih dipake? enak jadi PNS terjamin dek.
Mendung : iya kan itu cita-citanya ibu dari dulu, jadi PNS terjamin dapet tunjangan sana-sini.
Ibu : nah gitu tahu.
Mendung : tapi kan gak ada salahnya aku nyobain jadi mbak najwa, semua kan ada prosesnya.
Ibu : dari pada adek jadi yang mewawancarai, apa gak enak jadi yang diwawancarai?
Mendung : hahahaha ibu bener, tapi enggak entar aja, nanti juga ada gilirannya buat diwawancarai. hahaha
Ibu : inget gak dulu waktu adek masih kecil cita-citanya apa?
Mendung : haha inget kok, jadi presiden kan?
Ibu : apa sekarang gak pengen jadi presiden, membangunkan lagi cita-cita yang telah telelap?
Mendung ; gimana ya bu, bingung nih. liat nanti aja buuuu. yang minta ibu gak bosen-bosen buat ngedoain adek demi masa depan adek. kalo jadi presiden nanti mau ganti nama ah masak presiden mendung... entar dikiranya suram terus kan repot bu.
Ibu : kamu lupa yaaa dek, kan gak selama mendung itu hujan, gak selamanya mendung itu penuh kesuraman. ibu sama bapak ngasih nama kamu gak sembarangan looo. suatu saat kamu bakal tahu artinya.
Mendung : iya buuuu. mendung ngerti kok.
Ibu : inget sebuah nama sebuah cerita, dan kita itu yaaa sutradara untuk nama kita sendiri.  jangan pernah bangga nama kita dikenal karena kita ini anak siapa, baru bangga kalo nama kita dikenal karena apa yang ada dalam diri kita. contoh realnya yaaa mbak Najwa Shihab itu. dia mulai dari nol hingga tenar sekarang ini, pak Habibie, pak Jokowi, semua juga sama.
Mendung : akan Mendung terbitkan sebuah buku berjudul Mendung Wiryotedjo suatu hari nanti. karena sebuah nama sebuah cerita.



itulah ibuku, dia selalu punya beribu cara menyenangkan hati anak semata wayangnya ini. suatu hari kau akan ku kenalkan dengan sosok bapakku yang tak kalah menginspirasiku.




Salam Hangat dari ku,

Mendung Wiryotedjo