Minggu, 18 Januari 2015

Kepada : Mimpiku Semalam

Selamat pagi.
Aku merasa hari ini akan indah.
Semoga.

Mimpi adalah kembang tidur.
Mimpi tak pernah datang dengan runtut, 
tapi akan ada satu adegan yang melekat kuat saat kita bangun.
Entah itu baik atau buruk.
Seperti mimpiku semalam.

Aku tak akan menceritakan detail tentang mimpiku.
Sebab, kebetulan aku memang percaya mitos satu ini,
"setiap mimpi yang diceritakan, tidak akan jadi kenyatatan"
Tapi yang ingin aku garis bawahi bahwa.........
"mimpiku indah dan aku ingin mimpiku mewujudnya"

Dan aku cukup menuliskan surat untuk mimpiku semalam.

Kepada : Mimpiku Semalam

Mimpiku semalam bukan tentang aku menjadi jutawan
bukan pula aku mendapat rumah idaman,
atau laki-laki tampan, mapan, dan beriman.
bukan.

Mimpiku semalam cukup sederhana.
Semoga mewujud nyata.
dan hanya akan bahagia.

Amin.

Semarang, 2015
dengan hati yang tenang.


Selasa, 06 Januari 2015

kehidupan


berpikir dewasa
dan berimajinasi seperti anak-anak.

dilematika hidup
emosi 
tangis
tawa
haru
bahagia
sepi
sunyi 
sendiri
harapan
kecewa

masa kecil, penuh cerita, penuh bahagia.
permen, balon dan coklat miniatur surga.

semakin dewasa paham perihal luka.
tentang cinta yang mengundang duka.
hararapan yang merangkul kecewa.
seolah berganti peran menjadi pengagum  air mata.



Sabtu, 03 Januari 2015

kesempatan

waktu.
dia berjalan biasa, kita anggap itu lari.
cepat sekali, dan tak kita sadari.

waktu.
dia mematikan jika tak kita kendalikan.

waktu.
dia bagian dari kehidupan,
harusnya tak kita abaikan.

memang benar.

2014 usai.
meninggalkan cerita yang tak akan kita tinggalkan
tapi akan kita ceritakan, di masa depan.

2014 aku beri nama tahun kesempatan.

kesempatan?

kesempatan berjuang.
berjuang untuk mendapatkan apa yang ingin kita dapatkan.
berjuang untuk menggenggam apa yang sulit kita genggam sebelumnya.
berjuang untuk tetap berlayar di atas kapal.

hidup bagiku seperti sedang berlayar diatas kapal.
mungkin kiasan ini terlalu klisa dan mainstream.
tapi memang, hidup itu seperti itu.

hanya diri sendiri yang tahu kemana akan pergi.
cukup kau dengar bisikan nurani.

sekarang,
ku lanjutkan lagi perjalananku.
untuk 2015, aku siap!

kepada yang Maha Merencanakan,
terima kasih untuk setiap kesempatan dalam perjalanan :)