Selasa, 06 Januari 2015

kehidupan


berpikir dewasa
dan berimajinasi seperti anak-anak.

dilematika hidup
emosi 
tangis
tawa
haru
bahagia
sepi
sunyi 
sendiri
harapan
kecewa

masa kecil, penuh cerita, penuh bahagia.
permen, balon dan coklat miniatur surga.

semakin dewasa paham perihal luka.
tentang cinta yang mengundang duka.
hararapan yang merangkul kecewa.
seolah berganti peran menjadi pengagum  air mata.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar