Akhirnya, semesta mendukungku menuliskan ini.
Terima kasih atas waktumu.
Disela-sela tugasmu yang tak kunjung meredam.
Kau sempatkan untuk ini.
Jangan kau tanya bagaimana perasaanku saat itu.
Kau ingat saja aku sudah bahagia.
Kau tuliskan "semoga impianmu tetap jadi milikmu"
Kau adalah bagian dari impianku, asal kamu tahu.
Impian yang mungkin, kau sendiri tak sanggup untuk mengamininya. iya kan?
Tapi tak masalah, karena aku menghargaimu dan prinsip hidupmu.
Semoga Tuhan membalas semua kebaikanmu. Amin
dan doakan aku untuk selalu kuat, jika pada akhirnya kau bergegas pergi dan belum sempat menjadi milikku.
Dari aku, yang selalu mengharap doaku mewujud kamu, suatu waktu.
Sekali lagi, Terima Kasih dan semangat berkarya :)

