Senin, 23 Juni 2014

Terima Kasih :)


Akhirnya, semesta mendukungku menuliskan ini.


Terima kasih atas waktumu.
Disela-sela tugasmu yang tak kunjung meredam.
Kau sempatkan untuk ini.
Jangan kau tanya bagaimana perasaanku saat itu.
Kau ingat saja aku sudah bahagia.
Kau tuliskan "semoga impianmu tetap jadi milikmu"
Kau adalah bagian dari impianku, asal kamu tahu.
Impian yang mungkin, kau sendiri tak sanggup untuk mengamininya. iya kan?
Tapi tak masalah, karena aku menghargaimu dan prinsip hidupmu.
Semoga Tuhan membalas semua kebaikanmu. Amin
dan doakan aku untuk selalu kuat, jika pada akhirnya kau bergegas pergi dan belum sempat menjadi milikku.


Dari aku, yang selalu mengharap doaku mewujud kamu, suatu waktu.
Sekali lagi, Terima Kasih dan semangat berkarya :)

Selamat Datang

Semoga, kamu.

Semoga, kamu.

Semoga, kamu.

Semoga, kamu.

Semoga, kamu.

Semoga, kamu.

Semoga, kamu.

Semoga, kamu.

Semoga, kamu.

Semoga, kamu.

Semoga, kamu.

Semoga, kamu.

dan Semoga, kamu. amin

Kamu yang ku harap akan mengucap "Selamat datang, masa depan"

Secangkir Teh Madu

Selamat malam, cinta.

Malam ini aku lelah sekali.
Aku lelah menunggu.
Menunggumu mengucap, "aku sayang kamu"
Tapi aku tau, itu semua mimpi.

Dalam setiap lelahku.
Aku selalu menyempatkan diri membuat secangkir teh madu.
Perlu kau tahu, cinta.
Aku suka kopi, tapi ada yang melarangku menikmati minuman berkelas itu.
Aku juga suka susu, tapi hanya susu coklat yang sehati dengan lidahku.
dan karena itu, aku memilih teh madu sebagai teman setiaku saat aku kelelahan.
Aku mulai mengenal teh madu dari Bapak aku.
Teh Madu menyehatkan, tanpa lemak dan kafein.
Hampir aku lupa, warna Teh Madu kuning keemasan.
Membawa aroma kecerian saat aku menyeduhnya.


Secangkir Teh Madu sangat berarti dalam hidupku.
Menghangatkan, saat dunia sedang tak hangat-hangatnya.
Meneduhkan, saat pikiran mulai dihujani tanda tanya, apalagi itu  tanya darimu.

Silahkan kau rasakan sendiri, betapa nikmatnya Secangkir Teh Madu.
dan satu lagi, Secangkir Teh Madu adalah bukti aku lelah menantimu.




kalo kita gak jodoh, kenapa kita......

Hai, selamat malam kamu.
Kamu yang beku.

Aku lelah mengahadapimu.
Aku lelah bertemu dengan kebetulan.
Aku lelah menebak.

Seperti judul yang aku tuliskan,
Kalo kita gak jodoh, kenapa kita........
Aku menyerah pada setiap kebetulan yang aku jumpai dalam hidupku tentang kamu.

Kebetulan yang pertama.

Seperti pepatah kuno "kalo jodoh pasti ketemu"
Itu adalah pepatah yang bagiku teramat basi, tapi jujur semenjak malam itu, aku selalu memikirkanmu. hahaha
Bertahun-tahun kita tak menatap muka, tak ada komunikasi baik nyata maupun maya.
Tapi lebaran tahun lalu, kita tak sengaja bertemu untuk pertama kali setelah sekian lama.
Tapi sayang, tak ada sambutan hangat untuk kita berdua, karena aku tahu. gengsi masih tak ingin meranjak dari diri kita.
Aku menganggap ini awal dari kebetulan berikutnya.