Minggu, 27 Maret 2016

Syukur Saja Tak Cukup

Selamat malam, semesta 27 Maret 2016 :)
Alhamdulillah Allah, Tuhan semesta alam senantiasa baik, perjumpaan kita kesekian kalinya, dan aku selalu berdoa akan ada perjumpaan kita yang lebih lama lagi. Amin

Hari kelahiran atau hari ulang tahun adalah hari yang istimewa untuk mereka yang mempercayai itu, terlebih aku sendiri. Ulang tahun bagiku sekarang, bukan tentang mengharap kado melimpah yang selalu penasaran apa isi didalam kotak berpita yang berlapis kertas warna-warni, bukan tentang siapa yang akan ku beri potongan kue pertama. Bukan pula tentang sebuah penantian siapa yang mengucap pertama dan siapa yang tidak mengucap.

Aku memaknai hari kelahiran sebagai hari hujan-hujan. Ya, Hujan Doa. Aku dapati istilah Hujan Doa dari penulis favoritku, Mbak Rahne Putri yang tulisanya selalu menginspirasiku. Memang benar, sepanjang hari penuh saat penanggalan hari lahirku tiba, aku dihujani doa dari segala sudut bumi, harapan dan perkataan baik bagai rintik gerimis yang kian lama tak berjeda. Mengharukan. Lantas, siapa yang tak suka berulang tahun?

"Aku suka saat penanggalan kelahirnanku tiba, aku suka berhujan-hujan dengan doa, aku suka dihantam kata-kata baik sepanjang hari, sebab kapan lagi ada doa, harapan, dan ucapan baik mengalir menjadi satu hanya untuk kita yang berulang tahun"

Setiap ucapan dan doa dari kalian, aku baca kata demi kata, mata-telinga aku buka lebar-lebar, seutas senyum ku biarkan mengembang, lalu ku pejamkan mata, tak pernah lupauntuk ku amini, dan mengiba pada semesta agar turut pula mengamini. 

21 tahun, aku tumbuh. Angka bukan ukuran dewasa. Aku masih pada kekurangan yang sama, dan masih pula menggali potensi yang ada agar lebih berguna sebagai seorang hamba dan seorang manusia.

Semoga, aku lebih bisa taat beribadah, aku bisa memaknai hidup, membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, tidak lagi menunda waktu atau meremehkan sesuatu, tidak lagi bertinggi hati terhadap apa yang telah dicapai padahal itu belum ternilai.

YaAllah, lindungi aku dalam segala usiaku, tuntun aku dalam kebaikan, bekali aku dengan kesehatan agar aku bisa menghabiskan waktu bersama orang-orang yang aku sayang dengan hal-hal bermanfaat penuh cinta. Syukur Alhamdulillah, atas segala kontrak 21 tahun-Mu yang begitu luar biasa, semoga masih bisa diperpanjang. Amin ya Robbalalamin :)

Dan terima kasih untuk keluarga bapak-ibuk, temen-temen semua temen sd smp sma yang di Surabaya yang tau aku banget dari dalu, temen-temen di perantauan yang kayak saudara sendiri, temen kos, temen kuliah, temen nge-event, yang semua itu nggak bisa disebut namanya satu-satu. Terima kasih hari sudah mengingat, mengucapkan serta terlebih lagi mendoakan. Ku rapal doa kembali untuk kalian sebagai balasan. 


Semoga kepedulian, dan kebaikan kalian mendapat balasan kebahagian selarasa seperti yang kalian harapkan. Amin :)


photo : pinterest

Dari Aku,
yang sedang mengamini doa dan mensyukuri keberadaan kalian.

Kamis, 17 Maret 2016

Memaknai yang bermakna

Aku jatuh cinta pada caramu mencintainya - unknown

Entah aku pernah membaca kalimat itu dimana, tapi yang jelas kalimat itu seolah mengakar pada ingatanku.

Soal cinta aku tak berani banyak bicara. Kata Cinta terlalu tinggi untuk kucari tahu apa maknanya. Aku bukan seorang ahli filsafat yang pandai menafsir kata, bukan juga seorang punjangga yang lehai memainkan kata cinta di setiap bait larik-lariknya.

Aku hanyalah aku
Perempuan yang sedang menunggu
Menunggu kau memahamkan aku akan cinta
Menunggu kau menyederhanakan makna cinta
Menunggu kau membuktikan hakikat cinta yang sesungguhnya

Berapa banyak siang dan malam yang terlewat
Disini, aku menunggu
Aku setia menunggu
Untuk sebuah cinta
Cinta dari dirimu

Perpustakaan Cinta, 2016