Kamis, 15 Oktober 2015

Hobi atau Candu


Selamat malam jiwa-jiwa rapuh sepertiku
Entah yang keberapa, aku rapuh karena ulaku (sendiri)

Stalking

Semenjak mengenal dunia maya aku tahu apa itu stalking,
dan semenjak aku menggenggam ponsel pintar, stalking adalah hobi baruku.
dunia maya ternyata candu bagiku
magnetnya lebih kuat dari apapun

Dulu stalking hanya sebatas fesbuk, sekarang sosial media tak hanya itu
Aku betah berjam-jam berkelana di maya mu
Mengendap masuk bagai penjuri, menatap dari segala penjuru
Dan akan berhenti sendiri jika sudah tau kabar terbaru darimu
Entah kabar itu baik untukku, atau sebaliknya
Tapi apapun itu, jika kabar itu tentangmu, aku selalu menunggu

Dari stalking, aku tahu ternyata ada yang lain selain aku
yang menyemangatimu lebih dari aku
Dari stalking, aku tahu ternya aku bukan satu-satunya
yang sedang dekat denganmu, ya aku bukan satu-satunya
Dari stalking, aku tahu bahwa dia memiliki perasaan lebih kepadamu
yang ku baca, dia ingin memiliki makna bagimu

Lebih sakit lagi saat aku stalking gadis itu,
Setiap postingannya selalu terlihat bahwa dia benar-benar menginginkanmu
Aku bukan sok tahu, tapi aku dan dia sama-sama perempuan
Sama-sama tahu,
Gelagat bahasanya aku tahu, dia ingin kamu

Aku mencoba bertanya langsung padamu,
katamu dia hanya teman
tapi aku ragu, sebab dia benar-benar ingin mempunyai makna untukmu
aku takut, jika kau punya perasaan yang sama seperti dia
tapi sayang aku tak begitu punya nyali untuk menanyakan itu,
karena aku tahu kau akan marah jika membahas soal perasaan
itu sebabnya tulisan ini muncul wujud kerasahanku saat ini dan kedepannya

Kadang aku ingin menyalahkanmu atas perasaanya,
Sikapmu yang terlalu baik membuat nyaman siapa saja yang ada di sekitarmu

"jangan terlalu baik sama orang, nanti ada yang salah mengartikan kebaikanmu"
5cm

Aku selalu berdoa, di perjumapaan maya selanjutnya,
Hatiku harus lebih siap dari malam sebelumnya
Agar tak selebab saat aku pertama melihatnya

Semoga aku terbiasa atas luka yang aku gali sendiri dari dunia maya
dan semoga pada kenyataannya penantian ini tak sia-sia

Solo, 15 Oktober 2015
Aku yang berpura-pura





Tidak ada komentar:

Posting Komentar