Selasa, 18 Agustus 2015

aswangga


panca inderaku bekerja bagai seharusnya
upahnya bukan recehan yang melimpah,
tapi puas jiwa mendapati diri
memeluk mimpi-mimpi


begitulah laku aswangga menyemangati diri sendiri.

Dimataku, 
aswangga adalah bocah gesit, lincah, cekatan diantara teman seusianya
hidup berselimut doa dan harapan sepanjang malam,
dan kebahagiaan tak pernah rela jika harus jauhdari bocah ini
entah apa yang membuat aswangga begitu istimewa

tetaplah hidup dalam bayang dan angan
agar selamanya aku terus bermimpi
menjumpaimu dalam sosok yang tak lagi hanya ilusi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar