Kamis, 27 Juni 2013

caraku salah atau kamu keterlaluan (?)


Ruang Rindu,
27 Juni 2013
Tepat diusiaku yang ke 18 tahun lebih 3 bulan.



Berapapun usiaku, kapan aku mengulang hari kelahiranku itu tak kan penting bagimu. iya kan? nyatanya waktu usiaku tepat 18 tahun aku tak mendapat kalimat ini "selamat ulang tahun" keluar dari mulutmu atau yang lebih mustahil sebuah pesan singkat darimu. Tapi yang mengucapkan itu setelah aku yang meminta keesokan harinya lewat teman sebangkumu dengan menulisnya diselembar kertas. iya, aku yang meminta. betapa bodohnya dan rendahnya aku saat itu. Tapi aku acuh saja, aku hanya ingin mendapat ucapan selamat darimu. Apa aku salah? Apa aku berlebihan? mungkin menurutmu iya, tapi menurutku tidak. Aku hanya ingin mendapat secuil perhatianmu. SEUCIL. tidak lebih. itu saja. tapi hingga detik ini aku tak pernah mendapatkan itu. semua usahaku nihil.

Aku mencoba mengingat kapan perasaan ini muncul. Aku lupa kapan tepat dan pastinya. yang aku ingat awalnya dulu aku hanya menganggap candaan. menganggap ini bukan apa-apa. tapi setelah aku tahu kamu cuek dan acuuh dengan candaanku, dari situ aku mulai beranggap kamu beda. kecuekanmu itu yang membuat aku ingin memilikimu lebih dari sekedar teman biasa.

Tapi hingga kini aku tak pernah mendapat perhatianmu, tak pernah mendapat tempat istemewa disismu. Aku bingung, udah banyak hal yang aku tunjukkin ke kamu tentang perasaanku. tapi lagi-lagi NIHIL. dan rasanya sekarang aku mulai akrab dengan yang namanya nihil. Apa caraku salah? Apa aku terlalu frontal? Apa aku terlalu berlebihan? lalu dengan cara mana lagi aku bisa merebut perhatianmu? Apa aku harus kembali menjadi secret admiremu? yang hanya bisa memandangimu diam-diam. yang hanya bisa menikmati senyumanmu dari balik bangku. yang hanya diam melihat kamu bersama wanita-wanita penggoda perusak kebahagian. Apa itu maumu?

Dengan cara yang berlebihan saja aku tak kunjung mendapat pesan singkatmu, apalagi menjadi secret admiremu? sangat mustahil. Jika caraku salah, lalu mengapa kau tak angkat bicara untuk membenarkan langkahku? mengapa kau masih saja bergelut dengan kecuekanmu? Apa kau benar-benar tak mengharap keberadaanku? Apa kau memang benar tak ada sedikitpun niat untuk menghargai perjuanganku? Apa kau memang tak bisa memaknai setiap perjuanganku untuk mendapat perhatianmu?

Aaaaah entahlah. Aku mengagumi kecuekanmu tapi ini benar-benar keterlaluan. Aku tetap mencoba bertahan. Walau kini kita hanya bertemu dalam dunia maya. Aku hanya bisa mengetahui kehidupanmu lewat jejaring sosial yang bernama "facebook". dan setiap namamu muncul dideretan obrolan, aku selalu ingin menyapamu. Tapi aku terlalu takut untuk kecewa. karena aku tahu lagi-lagi kau akan mengacukan itu.

Sekarang aku mencoba untuk tetep kuat. aku selalu menyebut namamu dalam barisan doaku. Aku hanya ingin kamu sadar. Bahwa ada aku yang selalu engkau acuhkan, ada aku yang selalu aku abaikan dan rasanya itu sakit :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar